Suka Duka Pasri 40 Tahun Berjualan Tisu, Sering Tak Laku Hingga Dijuluki Perempuan Jantan

Meskipun langkahnya tertatih, Pasri Lestari (70) tak ingin menyerah dan tetap berjualan tisu.

Suka Duka Pasri 40 Tahun Berjualan Tisu, Sering Tak Laku Hingga Dijuluki Perempuan Jantan
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Pasri Lestari, penjual tisu di dekat Halte Busway Tugas, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (16/11/2019) 

Setiap harinya, Pasri selalu jualan di lokasi yang sama sejak pagi hingga sore hari dengan penghasilan yang tak menentu.

Sering Tak Laku

Pasri Lestari, penjual tisu di dekat Halte Busway Tugas, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (16/11/2019)
Pasri Lestari, penjual tisu di dekat Halte Busway Tugas, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (16/11/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Berjualan di persimpangan jalan, membuat Pasri mengharapkan pembeli ketika lampu lalu lintas berwarna merah.

Setiap lampu menunjukan merah, ia segera berkeliling dari satu kendaraan ke kendaraan lain.

Sambil memegang tisu, Pasri berusaha menawarkan sejumlah tisu yang ada di tangannya.

"Di sini sepi. Terjual satu aja susah," katanya.

Akibat sepi, Pasri mengatakan pedagang lain tak ada yang mau berjualan di lokasi tersebut.

Sejak beberapa tahun, Pasri tetap memilih lokasi tersebut dengan alasan menghindari persaingan dagang yang sulit.

"Kalau di tempat lain itu ramai. Misalnya Ibunya jualan, anaknya ikut. Ya dari pada konflik kalau ada yang lebih laku, mending saya yang ngalah," lanjutnya.

Akibat alasannya ini juga, Pasri sering pulang dengan tangan kosong dan menangis seorang diri di rumah yang ia tinggali secara mengontrak bersama anaknya.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved