Warga Sunter Jaya dan Sunter Agung Dukung Penataan Jalan Agung Perkasa 8

Tidak hanya mengganggu fungsi saluran, keberadaan bangunan liar itu juga berpotensi kerawanan sosial.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
Dok. Sudin Kominfotik Jakarta Utara
Penataan Jalan Agung Perkasa 8 yang membatasi Kelurahan Sunter Jaya dan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Warga Kelurahan Sunter Agung dan Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, menyambut baik adanya penataan di Jalan Agung Perkasa 8.

Penataan yang bertujuan menormalisasi saluran penghubung (Phb) di jalan yang membatasi dua kelurahan itu diharapkan bisa mengatasi genangan di kawasan Sunter.

Anggota LMK RW 10 Sunter Agung, Daamin mengatakan, kemunculan genangan selama ini ada karena tertutupnya saluran air.

Puluhan bangunan liar berupa lapak serta gudang barang bekas di Jalan Agung Perkasa 8 selama ini mengokupasi saluran di sana, sehingga kerap memicu genangan di beberapa titik.

Misalnya Jalan Danau Sunter Utara, Gaya Motor, Agung Karya, Danau Sunter Selatan, hingga Jalan Yos Sudarso.

Genangan lantaran saluran di sejumlah titik tidak terkoneksi ke Danau Sunter Selatan sebagai penampungan.

"Selama ini warga merasa terganggu. Ketinggian genangan itu soalnya bisa lebih dari 50 sentimeter," kata Daamin dalam keterangannya, Minggu (17/11/2019).

Menurut dia, tidak hanya mengganggu fungsi saluran, keberadaan bangunan liar itu juga berpotensi kerawanan sosial.

Salah satu yang dikhawtatirkan yakni kebakaran yang dipicu timbunan material barang bekas dari lapak di sana, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Diharapkannya, penataan dilanjutkan ke lapak-lapak serupa di Jalan Agung Barat 1.

"Kami sangat mendukung penataan. Selain memicu genangan, keberadaannya berpotensi kerawanan sosial dan kumuh," ucap Daamin.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Sunter Jaya, Riyanto Anmeng menyatakan, penataan saluran di Jalan Agung Perkasa 8 sejatinya berawal dari permintaan warga Sunter Jaya.

3 Anak Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Begini Curahan Hati Sang Ayah

Terungkap Pelaku Teror Siram Air Keras Beraksi 3 Kali & Ingin Korbannya Menderita, Ini Kata Psikolog

"Penataan kawasan di daerah kami ini harus dilakukan dan memang masyarakat Sunter Jaya yang meminta penataan lingkungannya sebagai kawasan lingkungan yang tertib, bersih dan sehat," katanya.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim juga mengatakan bahwa penataan di Jalan Agung Perkasa 8 untuk mengatasi genangan di Sunter.

"Eksistingnya (di Jalan Agung Perkasa 8) jalan dan saluran air. Petugas tidak bisa memperbaiki jalan dan saluran jika masih diokupasi bangunan," ucap Ali.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved