Ibu Bima Aryo Belum Penuhi Panggilan Polisi, Gelar Perkara Kasus ART Diterkam Sparta Ditunda

Namun hingga kini TD yang berstatus terlapor karena saat kejadian meminta Yayan membuka kandang Sparta belum memenuhi panggilan

Ibu Bima Aryo Belum Penuhi Panggilan Polisi, Gelar Perkara Kasus ART Diterkam Sparta Ditunda
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan Mapolsek Cipayung di Jakarta Timur, Senin (18/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung belum melakukan gelar perkara kasus tewasnya asisten rumah tangga (ART) Bima Aryo, Yayan (35) yang tewas diterkam anjing majikannya, Sparta.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Esti Budi Setyanta mengatakan gelar perkara belum bisa dilakukan karena ibu Bima Aryo, TD (72) urung memenuhi panggilan penyidik.

"Belum (gelar perkara), saya sudah hubungi pihak keluarganya tapi belum bisa," kata Budi di Mapolsek Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/11/2019).

Beberapa waktu lalu, penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung sebenarnya sudah melayangkan surat panggilan kepada TD.

Namun hingga kini TD yang berstatus terlapor karena saat kejadian meminta Yayan membuka kandang Sparta belum memenuhi panggilan.

"Baru sekali (Surat panggilan), ini saya mau coba kirim surat panggilan lagi," ujarnya.

Jelang Timnas Indonesia Vs Malaysia: Momentum Raih Kemenangan Hingga Rencana Boikot dari Suporter

Gelar perkara dijadwalkan setelah penyidik menerima surat rekomendasi dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait kasus Yayan.

Yakni bahwa terdapat unsur tindak pidana yang menyebabkan Yayan tewas kehabisan darah pada Jumat (30/8/2019).

Hasil dari gelar perkara tersebut nantinya jadi penentu TD bakal ditetapkan jadi tersangka atau kasusnya justru dihentikan.

Bila nantinya jadi tersangka, pasal yang disiapkan penyidik menjerat yakni pasal 490 ayat 3 KUHP dengan pidana kurungan enam hari atau denda Rp 300.

"Nanti dari gelar perkara kita tentukan statusnya (TD), sekarang masih terlapor, belum tersangka. Kalaupun kasusnya berlanjut ini larinya ke Tipiring, pasalnya 490 KUHP tadi," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved