Bocah Dipasung Tewas Terbakar

Kasus Bocah Dipasung Tewas Terbakar di Tangsel, Kota Layak Anak Hanya Omong Kosong

Jupry mengutip Undang-undang nomor 23 tahun 2002 yang mengamanatkan hak anak terkait jaminan sosial dan kesehatan.

Dokumentasi Dinsos)
Petugas Dinas Sosial Tangsel saat menemui Zidni Khoihir Alfatiri (10), bocah yang dipasung selama tiga tahun di kamarnya, di bilangan Kampung Setu, Kecamatan Setu, Tangsel, Rabu (13/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Sematan kota layak anak yang disandang Tangerang Selatan (Tangsel), lagi-lagi dipertanyakan.

Hal itu disampaikan Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH), berkaca dari meninggalnya ZKA (10) bocah berkebutuhan khusus yang dipasung di rumah kontrakannya dan tewas terpanggang saat kebakaran terjadi pada Minggu (17/11/2019).

Koordinator TRUTH, Jupry Nugroho heran, ZKA yang sudah mendapat penanganan dari Dinas Sosial (Dinsos) Tangsel dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB), tapi lolos dari pemantauan.

Setelah dievakuasi Dinsos ke rumah singgah, ZKA memang kembali diserahkan ke orang tuanya atas permintaan orang tuanya.

Namun imbauan agar tidak kembali memasung tidak diindahkan.

Namun hal itu bukan tanpa alasan. ZKA yang hiperaktif sangat sulit dijaga. Terlebih kondisi orang tuanya yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.

"Bagaimana mungkin anak yang beberapa bulan yang lalu tinggal dirumah singgah namun diduga harus kembali dipasung dirumahnya, sejauhmana pembinaan dan pengawasan Dinas Sosial Tangsel," tegas Jupry dalam keterangan resminya, Senin (18/11/2019).

Terlebih, Jupry juga mempertanyakan Satgas Perlindungan anak yang diklaim sudah ada di tingkat RT dan RW se-Tangsel.

"Bagaimana tanggung jawab DPMP3AKB Tangsel yang mengklaim memiliki satgas sampai tingkat RW/RT untuk perlindungan anak, tetapi ada anak yang tewas dengan mengenaskan akibat dipasung," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved