Breaking News:

Pengamat Transportasi: Kemenperin Mestinya Ikut Mengatur Regulasi Skuter Listrik Grabwheels

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI mengatur ihwal regulasi skuter listrik atau GrabWheels.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Skuter listrik atau GrabWheels yang terparkir di kawasan Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019). 

Laporan WartawanTribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI ikut mengatur ihwal regulasi skuter listrik atau GrabWheels.

Kata Djoko, sapaannya, Kemenperin sebaiknya mengatur soal batas kecepatan skuter listrik saat pra-produksi.

"Soal laju, Kementerian Perindustrian mestinya yang mengatur. Maksimal 10 hingga 15 kilometer, cukup kayak sepeda," kata Djoko saat dihubungi, Senin (18/11/2019) pagi.

Sebabnya, kata dia, hal ini perlu dipertegas demi keselamatan pengguna dan orang lain.

"Pokoknya soal keselamatan harus dibuat regulasinya. Membatasi kecepatan dan ruang yang boleh dan tidak digunakan," ucapnya.

Bos Persija Jakarta Beberkan Nasib Edson Tavares dan Marko Simic Jelang Berakhirnya Liga 1 2019

Menurut Djoko, pemerintah telat membikin peraturan perihal regulasi skuter listrik.

"Pemerintah terlambat membuat regulasi. Minimal peraturan menteri lah itu dibuatkan," ujarnya.

Dia melanjutkan, skuter listrik dilarang beroperasi di jalan raya dan trotoar jalan.

Menurutnya, skuter listrik lebih baik beroperasi di kawasan perumahan atau pemukiman.

"Dilarang untuk di jalan raya. Kalau di pemukiman tidak apa. (*)

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved