Rumah Murah

Penghuni Rumah DP 0 Rupiah Klapa Village: Kami Belum Bisa Pasang Televisi

Baru-baru ini, ia mulai menempati hunian yang terletak di Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur tersebut.

Penghuni Rumah DP 0 Rupiah Klapa Village: Kami Belum Bisa Pasang Televisi
TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Menara Samawa, atau Rumah DP 0 Rupiah program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mulai dihuni oleh beberapa penghuni yang lolos seleksi, Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur. 

Menurutnya ini disebabkan oleh aturan gedung yang melarang para penghuni untuk memasang parabola di setiap balkon ruangan.

Hal ini pun membuat sang cucu rewel karena merasa bosan.

"Sampai sekarang TV belum bisa dinyalahin. Katanya sih nanti akan kerjasama. Katanya agak lama ya Bu, gitu tapi gak tau juga sih. Soalnya saya mau tanya ke pengelola lagi karena kemarin ditanya tuh. 'Ibu TV nya digital gak? nanti saya settingin, gitu," tutur Hendarsih.

Hendarsih, salah satu penghuni Rumah DP 0 Rupiah mengaku huniannya belum bisa mengakses TV, Senin (18/11/2019).
Hendarsih, salah satu penghuni Rumah DP 0 Rupiah mengaku huniannya belum bisa mengakses TV, Senin (18/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA)

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah Direktur Administrasi dan Keuangan Sarana Jaya, Bima P. Santosa membenarkan bahwa adanya larangan bagi para penghuni untuk memasang saluran TV di masing-masing unit.

Namun, aturan ini hanya berlaku bagi pengguna saluran TV khusus atau TV kabel saja.

"Jadi kalau TV di menara itu kita tidak boleh menyiarkan. Jadi sebenernya kita gak boleh pasang, ada regulasinya. Nah memang kalau fasilitas yang mau kita siapkan itu salah satunya terkait internet dan TV Kabel. Nanti itu kita siapkan yang berbayar. Karena kita gak boleh. Misalkan pasang parabola nih, lalu kita siarkan langsung ke masing-masing unit itu gak boleh," kata Bima.

"Kita sebagai pengelola gedung tidak boleh mendistribusikam siaran, kecuali pakai antena dalam, ya boleh aja. Gak boleh masang parabola sendiri-sendiri di gedung," tambahnya.

"Karena itu mengganggu estetika, lalu kedua soal safety. Kalau pasang (parabola) di luar takut jatuh. Jadi kalau di gedung kita bicara keamanan. Sepanjang antenanya di dalam ruangan, tidak di balkon iya (boleh). Nah kita yang gak boleh ada diaturan regulasi internal. Jadi yang sekarang disiapkan adalah akses untuk fiber optik internet dan tv kabel," katanya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved