Seminggu Hilang, Fina Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik, Korban Alami Keterbelakangan Mental

Fina Hayati Afiat (18) warga RT 6 RW 2, seorang remaja yang mengalami keterbelakangan mental ditemukan tewas terbungkus plastik.

Seminggu Hilang, Fina Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik, Korban Alami Keterbelakangan Mental
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Warga saat menunjukan lubang galian ditemukannya mayat Fina Hayati Afiat (18), warga RT 6 RW 2, Desa Bajing Wetan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Senin (18/11/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, CILACAP - Fina Hayati Afiat (18) warga RT 6 RW 2, seorang remaja yang mengalami keterbelakangan mental ditemukan tewas terbungkus plastik.

Fina ditemukan terkubur di samping rumahnya di Jalan Letkol Sudarso, Desa Bajing Wetan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Senin (18/11/2019) sekira pukul 09.00 WIB.

Kondisi rumah Fina Hayati Afiat (18) seorang remaja keterbelakangan mental, yang tinggal dengan ibunya Sri Muhayati (57) di Desa Bajing Wetan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Senin (18/11/2019).
Kondisi rumah Fina Hayati Afiat (18) seorang remaja keterbelakangan mental, yang tinggal dengan ibunya Sri Muhayati (57) di Desa Bajing Wetan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Senin (18/11/2019). (Tribun Jateng/ Permata Putra Sejati)

Tetangga depan rumah, Sumarti (58) warga RT 5 RW 1 bercerita jika dia sudah curiga karena korban sudah sekitar satu minggu lebih menghilang.

"Saya curiga karena sudah sekitar 10 hari tidak kelihatan. Lalu warga barsama-sama mencari, saat saya tanya ke ibunya, dimana anaknya, jawabnya tidak tahu," ujar Sumarti kepada Tribunjateng.com, Senin (18/11/2019).

Pada malam harinya, tepatnya pada Minggu (17/11/2019) malam Sumarti sempat berkeliling di sekitar pekarangan rumah korban, namun tidak mendapatkan apa-apa.

"Saat pagi harinya kita curiga ada gundukan kecil disamping rumah, lalu kita gali dan benar saja ditemukan Fina dibalut plastik kencang dalam posisi meringkuk terkubur didalam tanah sedalam 30 cm," imbuhnya.

Diketahui bahwa Fina sudah sekitar sepuluh hari menghilang.

Warga biasa mengetahui keberadaan Fina di dalam rumahnya karena biasanya dia sering menangis.

"Biasanya nangis, dalam kurun waktu 10 hari ini tidak lagi terdengar tangisannya," ujarnya.

Diketahui bahwa korban Fina adalah seorang remaja keterbelakangan mental yang hidup bersama dengan ibunya Sri Muhayati (55).

Halaman
1234
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved