Warga Kebon Jeruk Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali Jalani Operasi di RS Tarakan

Tetangga korban, Endang mengatakan, Riyati akan menjalani operasi di bagian tangannya yang patah akibat kecelakaan nahas tersebut.

Warga Kebon Jeruk Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali Jalani Operasi di RS Tarakan
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Rumah kontrakan Riyati di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Riyati (51) korban luka dalam kecelakaan antara Bus Arimbi dan Sinar Jaya di KM 117 Tol Cipali, Jawa Barat hari ini jalani operasi di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta.

Tetangga korban, Endang mengatakan, Riyati akan menjalani operasi di bagian tangannya yang patah akibat kecelakaan nahas tersebut.

"Informasinya hari ini dioperasi tangannya, makanya rumagnya kosong karena lagi pada kumpul di rumah sakit," kata Endang ditemui TribunJakarta.com di rumag Riyati di RT 08 RW 04, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (18/11/2019).

Selain alami patah tangan, Endang menyebut bagian wajah Riyati juga alami luka dan harus dijahit lantaran terkena pecahan kaca.

"Tapi untungnya kondisi beliau sudah membaik dan sudah lancar diajak ngobrolnya, hanya tangan dan bagian mukanya aja ada yang luka," kata Endang.

Endang mengatakan, Riyati telah dipindahkan ke RS Tarakan sejak Jumat (15/11/2019) atau sehari pasca kecelakaan terjadi.

"Soalnya Pas Jumat itu saya dan para tetangga disini sudah jenguk beliau ke RS Tarakan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Riyati turut menjadi korban luka dalam kecelakaan maut yang terjadi di KM 117 Tol Cipali, Jawa Barat pada Kamis (14/11/2019) dini hari.

Riyati adalah penumpang Bus Sinar Jaya yang berangkat dari Palembang menuju Jakarta. 

Baim Wong Temui Pencuri 2 Motornya di Jonggol, Hal Itu Pernah Spontan Diramal Rafathar

Ketua RT Sebut Bayi yang Dibuang ke Kali Baru Barat Lenteng Agung Bukan Ulah Warganya

PSSI Tak Punya Masalah dengan Fakhri Husaini, Iwan Bule Siapkan Tempat Khusus di Timnas Indonesia

Di dalam bus tersebut, ia bersama kedua anaknya yakni Hartoko (30) dan Ratna Sari (25). Beruntung kedua anak Riyati hanya alami luka ringan.

Dalam kecelakaan yang diduga karena pengemudi bus Sinar Jaya mengantuk ini mengakibatkan tujuh orang tewas.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved