Warga Sunter Kebingungan Cari Tempat Tinggal Usai Digusur, Ini Respon Wali Kota Jakarta Utara

Wali Kota Jakut Sigit Wijatmoko sempat menawarkan kepada warga yang terdampak penggusuran di kawasan Sunter Agung untuk direlokasi ke Rusun Marunda.

Warga Sunter Kebingungan Cari Tempat Tinggal Usai Digusur, Ini Respon Wali Kota Jakarta Utara
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Pembongkaran bangunan liar di Jalan Agung Perkasa 8, antara Kelurahan Sunter Agung dan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali dilanjutkan, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko sempat menawarkan kepada warga yang terdampak penggusuran di kawasan Sunter Agung untuk direlokasi ke Rusun Marunda.

Namun, Sigit menyebut, sampai saat ini belum ada warga Sunter Agung yang mendaftar untuk mendapat unit hunian di rusun tersebut.

"Kita siapkan Rusun Marunda, tapi ternyata mereka tidak ada yang mendaftar," ucapnya, Senin (18/11/2019).

Dijelaskan Sigit, sebagian besar bangunan liar (bangli) yang dibongkar oleh pihaknya bukanlah rumah tinggal, melainkan tempat usaha.

"Itu dominan tempat usaha, berupa lapak barang bekas. Bukan tempat tinggal," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Ia pun menyebut, sebagian besar pemilik bangli di kawasan itu merupakan pengusaha yang tinggal di kawasan lainnya, seperti Penggilingan dan Tanah Abang.

"Mereka pada umumnya kembali ke tempat tinggalnya, ada di Penggilingan, ada di daerah Kebon Bawang, ada ke Tanah Abang," kata Sigit.

"Karena memang bukan tempat tinggal di sana, sebagai ruang usaha saja," tambahnya menjelaskan.

Seperti diketahui, sejumlah warga Sunter Agung yang rumahnya digusur oleh Satpol PP masih kebingungan mencari tempat tinggal.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved