Breaking News:

SMK Yadika 6 Kota Bekasi Terbakar

Ada Gumpalan di Kepala, Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Kota Bekasi Jalani 2 Kali Operasi

SAP (15), korban kebakaran SMK Yadika 6 Kota Bekasi, menjalani operasi di RSUD Koja, Selasa (19/11/2019).

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Gedung SMK Yadika Kota Bekasi yang terbakar sejak Senin, (18/11/2019), kemarin. 

"Tadi malam ada di tiga rumah sakit, dari Rumah Sakit Harum, Rumah Sakit Yadika dan rumah Sakit Koja. Tapi sampai saat ini yang di Rumah Sakit Harum sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka sudah membaik," kata Rellus saat dijumpai di sekolah.

Dia menjelaskan, total ada sebanyak 16 korban dalam insiden kebakaran ini, dua di antaranya mengalami luka berat akibat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang menghanguskan sejumlah ruang kelas.

Salah satunya adalah SAP.

Dua orang yang dirawat berdasarkan infomasi mengalami luka patah tulang dan luka bakar.

Namun Rellus tidak menjelaskan secara detail bagaimana kondisi dua orang korban yang diketahui siswa dari sekolah tersebut.

"Yang di Rumah Sakit Yadika juga tinggal satu orang sama yang di Rumah Sakit Koja. Penanganannya bisa secepat mungkin dan memang kita sangat peduli dengan mereka karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita secara bersama-sama," jelas dia.

Pihak sekolah juga belum dapat menaksir berapa jumlah kerugian akibat kebakaran ini, terdapat empat lantai dari gedung yang terbakar, titik paling parah berada di lantai satu dan dua.

"Total ada 35 ruangan, yang tebakar ada 18 ruangan terdiri dari ruang kelas, laboratorium, ruang guru," jelas dia.

Untuk sementara waktu, pihak sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Siswa selanjutnya akan masuk kembali pada, Jumat, (22/11/2019), mendatang.

Kebakaran SMK Yadika 6 Bekasi, Sekolah Jamin Biaya Pengobatan Korban Luka

Kebakaran yang terjadi di gedung SMK Yadika 6, Jalan Wadas Ujung, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, menyebabkan 16 orang mejadi korban.

Dua diantaranya hingga saat ini masih menjalani perawatan di dua rumah sakit di Jakarta, Selasa, (19/11/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJakarta.com, dua korban yang masih di rawat merupakan siswa berinisal S dan A kelas 10 SMK Yadika 6 Kota Bekasi.

Mereka yang diketahui mengalami luka patah tulang dan luka bakar tekena api saat berusaha menyelamatkan diri.

Kepala SMK Yadika 6 Kota Bekasi, Rellus Manurung, mengatakan, dua korban luka berat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta dan Rumah Sakit Yadika Jakarta.

Kepala SMK Yadika 6 Kota Bekasi Rellus Manurung
Kepala SMK Yadika 6 Kota Bekasi Rellus Manurung (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Sementara korban lain yang menyalami luka ringan sempat di rawat di Rumah Sakit Harum Jakarta.

"Tadi malam ada di tiga rumah sakit, dari Rumah Sakit Harum, Rumah Sakit Yadika dan rumah Sakit Koja. Tapi sampai saat ini yang di Rumah Sakit Harum sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka sudah membaik," kata Rellus saat dijumpai di sekolah.

Rellus menjamin, untuk siswa yang menjadi korban dipastikan mendapatkan jaminan biaya pengobatan dari yayasan.

Rellus mengatakan, pihak yayasan menjamin penuh atas kerugian yang ditimbulkan dalam insiden kebakaran tersebut.

"Semua biaya, segala bentuk biaya yang biaya pengobatan akan dibebankan kepada yayasan, yayasan memiliki tanggung jawab penuh untuk kali ini," tegas dia.

Gedung yang terbakar kata Rellus merupakan ruang kelas bagi siswa kelas 10, saat kejadian ada sebanyak 171 siswa yang tengah melakukan kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah juga telah berkordinasi dengan orangtua siswa baik yang menjadi korban maupun yang tidak.

Untuk menyiapkan ruang kelas sementara, pihak sekolah juga telah menyiapkan aula di gedung lain yang nantinya akan disekat agar bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Hari ini, seluruh siswa diliburkan sementara, mereka baru akan masuk kembali pada Jumat, (22/11/2019), mendatang.

Korban luka masih jalani perawatan

Kepala SMK Yadika 6 di Jalan Wadas Ujung, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Rellus Manurung, mengatakan, masih ada dua orang korban kebakaran yang hingga saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit, Selasa, (18/11/2019).

"Tadi malam ada di tiga rumah sakit, dari Rumah Sakit Harum, Rumah Sakit Yadika dan rumah Sakit Koja. Tapi sampai saat ini yang di Rumah Sakit Harum sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka sudah membaik," kata Rellus saat dijumpai di sekolah.

Dia menjelaskan, total ada sebanyak 16 korban dalam insiden kebakaran ini, dua diantaranya mengalami luka berat akibat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang menghanguskan sejumlah ruang kelas.

Dua orang yang dirawat berdasarkan infomasi mengalami luka patah tulang dan luka bakar.

Namun Rellus tidak menjelaskan secara detail bagaimana kondisi dua orang korban yang diketahui siswa dari sekolah tersebut.

"Yang di Rumah Sakit Yadika juga tinggal satu orang sama yang di Rumah Sakit Koja. Penanganannya bisa secepat mungkin dan memang kita sangat peduli dengan mereka karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita secara bersama-sama," jelas dia.

Pihak sekolah juga belum dapat menaksir berapa jumlah kerugian akibat kebakaran ini, terdapat empat lantai dari gedung yang terbakar, titik paling parah berada di lantai satu dan dua.

"Total ada 35 ruangan, yang tebakar ada 18 ruangan terdiri dari ruang kelas, laboratorium, ruang guru," jelas dia.

Untuk sementara waktu, pihak sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar. Siswa selanjutnya akan masuk kembali pada, Jumat, (22/11/2019), mendatang.

juga kita tidak mau mereka ketinggalan. Prosses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) harus menjadi prioritas utama jadi antisipasinya karena kita masih punya gedung aula, nanti akan kita berdayakan, artinya kegiatan KBM akan tetap berjalan seperti biasa," kata Rellus.

Mesin cuci steam sempat dikerahkan

Kebakaran susulan terjadi di gedung SMK Yadika 6, Jalan Jalan Wadas Ujung, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Selasa, (19/11/2019).

Api pertama kali muncul sekitar pukul 12.40 WIB dari lantai dua gedung, belum diketahui penyebab api muncul kembali.

Sejak pagi, asap kecil memang mulai terlihat berasal dari sisa material yang terbakar.

Kondisi ini membuat panik guru dan warga sekitar, meraka kemudian berusaha untuk memadamkan api menggunakan selang, air ember dan perlengkapan seadanya.

Bahkan saking terbatasnya alat pemadaman, pihak sekolah dibantu warga mengerahkan alat mesin cuci steam.

Usaha ini terbilang sia-sia lantara semprotan air tidak bisa menjangkau titik api.

Terlebih sumber air juga hanya memanfaatkan ember dan selang dari keran, guru bahkan sempat bahu membahu mengirim suplai air supaya proses pemadaman tetap berlangsung.

Beruntung pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 13.08 WIB dari Markas Pemadam Jakarta Timur yang berada di di Durwn Sawit, Jakarta Timur.

Disusul pemadam dari Kota Bekasi yang meluncur dari markas Pemadam Kranggan Kecamatan Jatisampurna.

Sebanyak dua unit mobil pemadam dikerahkan, masing-masing berada di luar area sekolah dan satu unit berada di dalam depan persis depan gedung yang terbakar.

Proses pemadaman kebakaran susulan di gedung SMK Yadika 6 Kota Bekasi dibantu warga menggubakan alat penyemprot cuci steam. Selasa (19/11/2019)
Proses pemadaman kebakaran susulan di gedung SMK Yadika 6 Kota Bekasi dibantu warga menggubakan alat penyemprot cuci steam. Selasa (19/11/2019) (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Kebakaran susulan ini selanjutnya dapat dijinakkan oleh petugas yang masuk ke dalam gedung.

Kebakaran di SMK Yadika 6 Kota Bekasi pertama terjadi kemarin, Senin (18/11/2019), sekitar pukul 15.00 WIB.

Kejadian mengakibatkan 16 orang mengalami luka dua diantaranya luka berat akibat melompat ketika berusaha menyelamatkan diri.

Kepala SMK Yadika 6 Bekasi, Rellus Manurung, mengatakan aktivitas belajar mengajar sementara waktu diliburkan hingga Kamis (21/11/2019).

Pihaknya akan mempersiapkan kelas darurat dengan memanfaatkan aula di gedung B yang tidak terbakar.

"Itu yang perlu kita pikirkan karena mereka juga kita tidak mau mereka ketinggalan. Prosses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) harus menjadi prioritas utama jadi antisipasinya karena kita masih punya gedung aula, nanti akan kita berdayakan, artinya kegiatan KBM akan tetap berjalan seperti biasa," kata Rellus.

Untuk gedung yang terbakar merupakan ruang kelas bagi siswa tingkat 10 dan sebagian tingkat 11.

Total ada 35 ruangan yang terbakar terdiri dari ruang kelas biasa, ruang guru, laboratorium TKJ, Multimedia dan laboratorium Bahasa.

"Rencananya akan kita berdayakan yang ada disini, karena kita punya aula yang ada di lantai empat gedung B, itu akan kita sekat secepat mungkin, seperti yang disampaikan tadi, kegiatan belajar mengajar akan secepat mungkin kita laksanakan," jelas dia.

Sampai saat ini dia belum dapat memastikan penyebab kebakaran, tetapi yang jelas yang saat peristiwa terjadi proses belajar mengajar tengah berlangsung dan siswa serta guru sebagaian menjadi korban.

"Masih ada karena kejadian sekitar jam 15.00 WIB, biasannya kita pulangnya jam 15.20, cuma karena hari Senin kemarin kita upacara dulu sehingga jam pulangnya dimundurkan menjadi jam 16.00," ujarnya.

Kebakaran ini menghanguskan seluruh bangunan setinggi empat lantai.

Keganasan 'si jago merah' nampak meluluhlantahkan konstruksi bangunan terutama atap, pintu serta jendela.

Api Kembali Muncul, Kebakaran Susulan Terjadi di SMK Yadika 6 Kota Bekasi

Pemadam kebakaran tiba di lokasi SMK Yadika 6 Kota Bekasi.
Pemadam kebakaran tiba di lokasi SMK Yadika 6 Kota Bekasi. (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Api kembali muncul dari dalam gedung SMK Yadika 6 Jalan Jalan Wadas Ujung, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Selasa (19/11/2019).

Pantauan TribunJakarta.com, api awalnya terlihat dari salah satu ruangan di lantai dua, api ini diduga berasal dari sisa kebakaran hebat yang terjadi kemarin, Senin (18/11/2019) kemarin.

Kebakaran susulan ini membuat panik pengurus sekolah warga sekitar, meraka terlihat langsung berusaha memadamkan api dengan perlengkapan seadanya.

Kepulan asap hitam keluar dari sela-sela jendela, api juga nampak membakar di dalam salah satu ruangan dengan warna merah membara.

Ember berisi ari selang dan alat pompa sederhana dikerahkan untuk menjinakkan 'si jago merah'. Api yang berada di lantai dua bangunan cukup sulit dijangkau menggunakan perlengkapan pemadam seadanya.

Hingga pukul 13.00 WIB, pemadam kebakaran belum juga terlihat di lokasi kebakaran SMK Yadika 6 Kota Bekasi. Adapun lokasi markas pemadam paling dekat untuk wilayah Kota Bekasi berada di Jatiasih dan Jatisampurna, sementara di wilayah Jakarta Timur terdapat Markas Pemadam di Jalan Kalimalang.

Adapun sebelumnya, pada Senin, (18/11/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, kebakaran hebat terjadi di gedung SMK Yadika 6 Kota Bekasi. Gedung setinggi empat lantai hangus dilahap api yang diduga berasal dari salah satu ruangan di lantai bawah.

Akibat kejadian itu, sebanyak 16 orang menjadi korban baik dari guru dan siswa yang pada saat itu tengah melakukan aktivitas belajar mengajar.

Pasca-kebakaran SMK Yadika 6 Bekasi, Kegiatan Belajar Lumpuh Total

Pemadam kebakaran tiba di lokasi SMK Yadika 6 Kota Bekasi.
Pemadam kebakaran tiba di lokasi SMK Yadika 6 Kota Bekasi. (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Pasca-kebakaran yang melanda gedung SMK Yadika 6 Kota Bekasi , Jalan Wadas Ujung, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi pada, Senin (18/11/2019), kemarin, membuat lumpuh kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu.

Suasana sekolah nampak belum kondusif, tidak ada aktivitas hilir mudik siswa satu hari setelah kebaran, Selasa (19/11/2019).

Kepala SMK Yadika 6 Bekasi, Rellus Manurung, mengatakan, aktivitas belajar mengajar sementara waktu diliburkan hingga Kamis (21/11/2019).

Pihaknya akan mempersiapkan kelas darurat dengan memanfaatkan aula di gedung B yang tidak terbakar.

"Itu yang perlu kita pikirkan karena mereka juga kita tidak mau mereka ketinggalan. Prosses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) harus menjadi prioritas utama jadi antisipasinya karena kita masih punya gedung aula, nanti akan kita berdayakan, artinya kegiatan KBM akan tetap berjalan seperti biasa," kata Rellus.

Untuk gedung yang terbakar merupakan ruang kelas bagi siswa tingkat 10 dan sebagian tingkat 11.

Total ada 35 ruangan yang terbakar terdiri dari ruang kelas biasa, ruang guru, laboratorium TKJ, Mulimedia dan Laboratorium Bahasa.

"Rencananya akan kita berdayakan yang ada disini, karena kita punya aula yang ada di lantai empat gedung B, itu akan kita sekat secepat mungkin, seperti yang disampaikan tadi, kegiatan belajar mengajar akan secepat mungkin kita laksanakan," jelas dia.

Sampai saat ini dia belum dapat memastikan penyeban kebakaran, tetapi yang jelas yang saat peristiwa terjadi proses belajar mengajar tengah berlangsung dan siswa serta guru sebagaian menjadi korban.

"Masih ada karena kejadian sekitar jam 15.00 WIB, biasannya kita pulangnya jam 15.20, cuma karena hari Senin kemarin kita upacara dulu sehingga jam pulangnya dimundurkan menjadi jam 16.00," ujarnya.

Kebakaran ini menghanguskan seluruh bangunan setinggi empat lantai, keganasan 'si jago merah' nampak meluluhlantahkan konstruksi bangunan terutama atap, pintu serta jendela.

Pihak sekolah pasca-kebakaran memilih meliburkan siswanya, namun sejumlah warga dan siswa nampak datang ke kesekolah untuk melihat langsung kondisi tempat mereka menuntut ilmu yang hangus terbakar.

Selamatkan diri dari lantai 4

Kebakaran hebat terjadi di gedung SMK Yadika 6, Jalan Wadas Ujung, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi pada, Senin, (18/11/2019), kemarin.

Peristiwa terjadi ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, sejumlah siswa yang berada di lantai atas gedung terjebak ketika api mulai merambat dari lantai dasar hingga melalap seisi bangunan.

Kebakaran ini menghanguskan seluruh bangunan setinggi empat lantai, keganasan 'si jago merah' nampak meluluhlantahkan konstruksi bangunan terutama atap, pintu serta jendela.

Pihak sekolah pasca-kebakaran meliburkan siswanya, namun sejumlah warga dan siswa nampak datang ke kesekolah untuk melihat langsung kondisi tempat mereka menuntut ilmu yang hangus terbakar.

Alex salah satunya, siswa kelas 11 SMK Yadika 6 Kota Bekasi ini datang untuk melihat langsung sekolahnya yang luluhlantah.

Atap geting berserakan tak karuan ditambah garis polisi yang melingkari area gedung.

"Mau lihat aja setelah kemarin kejadian, udah dikasi tahu kalau hari ini libur," kata Alex, Selasa, (19/11/2019).

Saat kejadian, Alex menceritakan bagaimana dia bisa selamat dari api yang menghanguskan seluruh bangunan gedung.

Ketika itu, ia berada di lantai empat mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Ia ingat, ketika itu waktu menunjukkan pukul 15.10 WIB, tanda jam belajar siswa segera berakhir.

Siswa masih sibuk dengan aktivitas belajar kelompok dengan dipandu satu orang guru.

"Saya lagi di kelas posisinya, udah mau pulang 15.10 WIB, tapi semua masih pada siap-siap aja nunggu bel, masih pada kerja kelompok," kata Alex.

Tidak lama asap tebal tercium menyengat seatero kelas, guru dan siswa kata Alex mulai panik.

Hawa panas mulai terasa dari bawah bangunan diikuti kepulan asap dari luar jendela.

Alex dan teman-temannya mulai tahu bahwa kebakaran tengah terjadi, asap dari kobaran api yang berasal lantai bawah bangunan mulai membuat sesak nafas.

Beberapa dari mereka berusaha turun melalui tangga dan api sudah menutup akeses keluar mereka.

"Kalau yang dilantai 2 sama 3 udah pada keluar, kita yang di lantai 4 udah kejebak, di bawah juga udah ramai coba bantu tolongin," jelas dia.

Dia kemudian berusaha mencari jalan lain sebelum api benar-benar tiba di lantai 4, satu-satunya jalan ialah melalui tangga kantin.

Akses itu masih belum dilalap si jago merah.

"Akhirnya saya bisa keluar lewat tangga kantin, cuma teman-teman masih ada yang di atas kaya udah kejebak, karena panik juga," jelas dia.

 Lahan Penggusuran di Jalan Agung Perkasa 8 Sunter Bakal Ditanami Pohon Tabebuya

 Edson Tavares Kumpulkan Semua Pemain Persija, Skuat Macan Kemayoran Mulai Menjalani Latihan

 Empat Murid Korban Luka Bakar SMK Yadika Masih Dirawat Inap di RS Yadika Pondok Bambu

Api yang sudah menjalan kemudian menutup seluruh akses turun, sedangkan sejumlah siswa masih nampak terjebak di lantai 4.

Meraka kata Alex memilih untuk turun dengan cara melompat.

"Mereka meloncat dari lantai 4 lewat dari atas ada yang loncat lewat tiang bendera," paparnya.

Akibat kejadian itu, 14 orang mengalami luka, Dua diantara mereka luka berat akibat loncat dari ketinggian, sedangkan yang lainnya mengalami luka ringan akibat terlalu banyak menghirup asap.

Kepala SMK Yadika, Rellus Manurung, memastikan tidak ada korban jiwa atau meninggal dunia dalam kejadian ini.

Pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena masih dalam tahap penyelidikan polisi.

"Untuk penyebabnya kita belum tahu karena itu masih penyelidikan polisi tapi yang pasti ketika kejadian masih dalam kegiatan belajar," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved