Bocah Dipasung Tewas Terbakar

Bocah Dipasung Tewas Terbakar di Tangsel Dimakamkan di Samping Makam Ibunya

ZKA dimakamkan di Taman Pemakaman Setu, bersebelahan dengan makam sang ibu, yang letaknya sekira 3 kilometer dari rumah kontrakan yang terbakar itu.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Penjaga makam, berdiri di makam almarhum ZKA, di samping makam ibunya, di Taman Pemakaman Setu, Tangsel, Selasa (19/11/2019). 

ZKA tinggal bersama kotoran dirinya sendiri yang tak terurus di sana-sini.

Petugas Dinas Sosial Tangsel saat menemui Zidni Khoihir Alfatiri (10), bocah yang dipasung selama tiga tahun di kamarnya, di bilangan Kampung Setu, Kecamatan Setu, Tangsel, Rabu (13/3/2019)
Petugas Dinas Sosial Tangsel saat menemui Zidni Khoihir Alfatiri (10), bocah yang dipasung selama tiga tahun di kamarnya, di bilangan Kampung Setu, Kecamatan Setu, Tangsel, Rabu (13/3/2019) (Dokumentasi Dinsos))

 Delapan Orang Pegawai Keluar Takut Dijadikan Tumbal, Ruben Onsu Santai: Wajar Rasa Ketakuan Mereka

Ia juga tak mengenakan sehelai pakaian pun, dan kondisi tubuhnya kurus tak terurus.

Relawan langsung melakukan penanganan pertama dengan memandikan, mencukur rambutnya dan memberi makan.

"Pertama kita bersihkan dulu segala macam. Kita lepasin rantainya. Kita mandikan. Dan kita kasih makan. Kita potong rambutnya. Tadinya kan rambutnya gimbal seperti tidak terurus," papar salah seorang relawan bernama Zulkarnain.

"Memang kotoran penuh, karena buat dia beranjak ke wc itu mustahil," ujarnya.

 Nia Ramadhani Dapat Perlakuan Tak Biasa dari Putranya yang Masih Balita: Bikin Semua Ibu Cemburu

ZKA Dipasung Karena Faktor Ekonomi

Pada Maret lalu, Kepala Dinsos Tangsel, Wahyunoto Lukman mengatakan alasan sesungguhnya pemasungan ZKA karena ketidakmampuan orang taunya secara ekonomi untuk menangani anaknya sendiri.

Alasan kemiskinan itu akhirnya membuat orang tuanya tak pikir panjang untuk memasung ZKA agar tidak mengganggu orang lain.

"Ini karena ketidakmampuan ekonomi keluarga, kemudian motifnya agar tidak menggangu orang lain," terang Wahyunoto, pada Rabu (13/11/2019).

Zidni Khoiri Alfatiri (10) sedang berlarian di pelataran rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos), Kademangan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (14/3/2019).
Zidni Khoiri Alfatiri (10) sedang berlarian di pelataran rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos), Kademangan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (14/3/2019). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

 Menunggu Ojek Online, Wanita di Tasikmalaya Kaget Jadi Sasaran Pria Lemparkan Sperma

Namun perawatan Dinsos hanya sementara, ZKA dikembalikan ke kedua orang tuanya, Suhin dan Wagiani dengan catatan bocah berkebutuhan khusus itu tidak lagi dirantai.

Kabar mengagetkan tersebar pada Minggu (18/11/2019).

ZKA ditemukan tewas terpanggang api di kontrakannya di bilangan Gang Sayur Asem, kelurahan Setu, kecamatan Setu, Tangsel.

Pemerhati Anak Sesalkan Sikap P2TP2A

Pemerhati anak, Rida sempat merawat ZKA yang sudah ditinggal ibunya.

Ia sempat mengurus ke sejumlah instansi, termasuk Dinsos dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) agar ZKA kembali mendapat penmpungan dan perawatan.

Sayangnya, tidak ada anggapan berarti dari para pihak tersebut.

"Ke Dinsos, ke P2TP2A, mereka bilang gini tidak ada yang mau nerima. Karena dia butuh ruangan khusus," ujar Rida di Setu, Senin (18/11/2019).

Rida mengatakan, yayasan yang mau menerima hanya Yayasan Sayap Ibu Pondok Aren.

"Yang mau nerima di Sayap Ibu saja. Cuma di sayap Ibu harus ada surat pengadilan. Itu yang saya lagi urus, tapi keburu ini (meninggal)," ujarnya.

Rida masih mengingat saat dirinya membuat laporan tentang ZKA ke P2TP2A namun tidak ditanggapi.

"Makanya kalau saya datang, cobalah tanggap sedikit. Sebelum kejadian. Mereka lakukan dong, mestinya. Kan laporan sudah di mereka," ujarnya.

Selamat jalan ZKA.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved