BPIP Rekomendasi Pendidikan Pancasila Masuk Tes Rekrutmen CPNS dan PAUD

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merekomendasikan tes pengetahuan Pancasila masuk dalam proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

BPIP Rekomendasi Pendidikan Pancasila Masuk Tes Rekrutmen CPNS dan PAUD
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melaksanakan diskusi Gotong-royong Dalam Membumikan Pancasila di Bandara International Hotel by Accor Hotels, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, BENDA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merekomendasikan tes pengetahuan Pancasila masuk dalam proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Tak hanya tes mengenai Pancasila di rekrutmen CPNS, BPIP juga merekomendasikan pendidikan Pancasila sejak usia dini yakni di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD).

Staf khusus ketua dewan pengarah BPIP, Lia Kian mengatakan kalau jajarannya merekomendasikan tiga poin yang berhubungan dengan pendidikan pancasila untuk generasi milenial dan usia produktif.

"Tadi ada tiga rekomendasi bagaimana pendidikan moral Pancasila di sekolah formal, dari Paud sampe perguruan tinggi ini harus segera dilakukan. Kedua, pendidikan Pancasila juga harus masuk ke proses rekrutmen, baik PNS mau pun proses manakemen karier PNS," jelas Lia, Selasa (19/11/2019).

Rekomendasi ketiga yang ia paparkan dalam seminar Gotong Rotong Membumikan Pancasila di Bandara International Hotel by Accor Hotels, Bandara Soekarno-Hatta itu adalah menggerakan Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri (Kesbangpol).

Sebab, BPIP menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kesbangpol untuk menegakan pendidikan Pancasila kepada organisasi masyarakat (ormas), komunitas, dan semua unsur masyaraksat yang non-formal.

"Karena Kesbangpol secara dinamisasi baik politik, sosiologisnya, antropologisnya, ekonomisnya mereka lebih tahu perdaerahnya. Mereka tahu persis bagaimana kondisi di perdaerahnya," jelas Lia.

Namun, ia belum bisa mengatakan secara rinci kapan ketiga rekomendasi tersebut akan dilaksanakan.

Sebab, terang Lia, BPIP harus berkoordinasi dengan beberapa Kementerian untuk merealisasikan poin di atas seperti dengan Kemendikbud, Kemenag, dan Kemendagri.

"Karena pendidikan ini bisa pendidikan umum, Paud sampe perguruan tinggi termasuk pendidikan agama, maka Kementerian Agama masuk ke Kemenag kalau umum Paud sampai PTN itu masuknya Kemendikbud. Ini fungsi gotong royong di dalam menjalinkan kerja sama untuk Pancasila. Target tetap kita kejar tapi jaga proses dan konsolidasi," papar Lia.

Dikesempatan yang sama, Elfrida Herawati Siregar, selaku Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP mengatakan Kesbangpol memiliki peranan pesat dalam membangun semangat Pancasila.

"Secara teknis bekerja sama dengan perangkat-perangkat yang memungkinkan bisa menjangkau lebuh jauh seperti Kesbangpol, kita spiritnya angkat sesuai nilai Pancasila adalah goyong-royong," tutur Elfrida.

Tak Dikembalikan ke Jamaah, Bos First Travel Sesalkan Putusan Aset Dirampas Negara

Marko Simic Tak Mau Bicara Tawaran Klub Lain, Bos Persija Jakarta Ungkap Alasan Simic Bertahan

Sebagai informasi, diskusi Gotong-royong Dalam Membumikan Pancasila sudah dilakukan dua kali, pertama dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kali kedua dilaksanakan di Tangerang, Banten, yang dihadiri seluruh Kesbangpol di 32 Provinsi Indonesia.

Diskusi tersebut pun merupakan buntut nota kesepahaman (MoU) antaran BPIP dengan Kemendagri beberapa waktu silam untuk membangun semangat Pancasila.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved