Breaking News:

DPRD DKI Belum Tentukan Jadwal Rapat Pembahasan APBD 2020 di Badan Anggaran

belum ada jadwal rapat Badan Anggaran (Banggar) untuk menindaklanjuti draf KUA-PPAS 2020 yang telah rampung dibahas

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Zita Anjani, Anggota Fraksi PAN saat ditemui di ruang Fraksi PAN, DPRD DKI, Senin (2/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Beberapa waktu belakangan ini, rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 DKI Jakarta menjadi sorotan publik.

Pasalnya, ditemukan sejumlah usulan anggaran mistis dalam dalam draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara ( KUA-PPAS) untuk APBD 2020.

Sebut saja anggaran untuk influenser senilai Rp 5 miliar, pengadaan lem aibon sebesar Rp 82,8 miliar, hingga anggaran fantastis pengadaan bolpoin senilai Rp 123,8 miliar.

Proses pembahasan KUS-PPAS 2020 antara anggota dewan di setiap komisi DPRD DKI dengan eksekutif pun berlangsung alot.

Sejumlah anggota dewan mempertanyakan usulan anggaran yang diajukan oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kini, pembahasan APBD 2020 DKI Jakarta mulai memasuki babak baru. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani mengatakan, pembahasan anggaran di setiap komisi DPRD DKI telah rampung.

Meski pembahasan telah rampung, anak Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan ini menyebut, belum ada jadwal rapat Badan Anggaran (Banggar) untuk menindaklanjuti draf KUA-PPAS 2020 yang telah rampung dibahas.

"Untuk pembahasan sudah selesai, tinggal hasil dari setiap komisi. Mereka harus merekap di internal dulu hasilnya itu apa," ucapnya, Selasa (19/11/2019).

"Jadi sampai saat ini belum ada jadwal (rapat Banggar), masing-masing komisi masih merekap," tambahnya.

Tjahjo Kumolo Sebut Lulusan IPDN Berebut Masuk DKI Jakarta, Gajinya Capai Rp 28 Juta

Masyarakat Depok Tak Setuju Penerapan Jalan Berbayar, Dianggap Bukan Solusi Atasi Kemacetan

Meski APBD 2020 harus diketok sebelum 30 November 2019, namun, Zita menyebut tidak ada target khusus kapan rapat Banggar akan dilaksanakan.

Pasalnya, pimpinan DPRD DKI tidak mau terburu-buru dalam melakukan pembahasan anggaran APBD DKI Jakarta yang nilainya mencapai hampir Rp 90 triliun ini.

"Banggar itu enggak ada target (pelaksanaannya), kami juga enggak bisa memaksa kalau komisi belum selesai. Mereka yang tahu apa yang dibahas di komisi, jangan nanti cepat tapi justru tidak efektif," ujarnya saat dikonfirmasi.

Meski pembahasan anggaran ini terkesan lama, namun Zita mengapresiasi kinerja para anggota dewan yang disebutnya sangat teliti dan detail dalam menyisir setiap usulan anggaran yang diajukan Pemprov DKI Jakarta.

"Menurut saya ini bagus ya, budaya yang positif di DPRD karena masing-masing komisi bekerja keras secara detail untuk membahas (anggaran) satu per satu," kata Zita.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved