Orangtua yang Anaknya Tidak Naik Kelas Buka Peluang Damai dengan SMA Kolese Gonzaga

Yustina Supatmi, orangtua murid yang anaknya tidak naik kelas dan mengajukan gugatan perdata, membuka peluang damai dengan pihak SMA Kolese Gonzaga.

Orangtua yang Anaknya Tidak Naik Kelas Buka Peluang Damai dengan SMA Kolese Gonzaga
TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Yustina Supatmi, orangtua murid yang anaknya tidak naik kelas, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Selasa (19/11/2019). 

SMA Kolese Gonzaga Buka Peluang Berdamai dengan Ortu yang Anaknya Tidak Naik Kelas

Pihak SMA Kolese Gonzaga membuka peluang untuk berdamai dengan Yustina Supatmi selaku orangtua murid yang anaknya tidak naik kelas.

Hal itu dikatakan kuasa hukum SMA Gonzaga, Edi Danggur, seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Senin (11/11/2019).

Namun, untuk mencapai perdamaian, Edi menilai semuanya tergantung kepada pihak penggugat, yaitu Yustina.

"Tentu semua orang boleh berdamai, kami terbuka untuk damai. Tapi kuncinya ada di penggugat, mau lanjut atau tidak. Kalau kami terserah dia," ujar Edi.

Lagipula, sambungnya, pihak SMA Kolese Gonzaga menganggap permasalahan ini sudah selesai.

Ia menjelaskan, keputusan sekolah untuk tidak menaikkan anak Yustina berinisial BB ke kelas XII sudah sesuai aturan.

"Ada salah satu kriteria dikatakan, semua mata pelajaran peminatan harus tuntas di semester dua. Artinya kalau tidak tuntas, tidak naik kelas," katanya.

BB diketahui tidak lulus pada mata pelajaran Sejarah. Ia mendapatkan nilai 68, sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75.

Sebelumnya, Yustina Supatmi selaku orangtua BB menggugat SMA Kolese Gonzaga lantaran sang anak dinyatakan tidak naik kelas.

Halaman
1234
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved