Bocah Dipasung Tewas Terbakar

Pemkot Tangsel Sorot Fungsi Satgas Perlindungan Anak Terkait Bocah Dipasung Tewas Terbakar

Pemkot Tangsel menyoroti fungsi Satgas Perlindungan Anak yang 'kecolongan' setelah ZKA, bocah dipasung tewas terbakar di rumah kontrakannya.

Pemkot Tangsel Sorot Fungsi Satgas Perlindungan Anak Terkait Bocah Dipasung Tewas Terbakar
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di Situ Parigi, Pondok Aren, Tangsel, Selasa (19/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Tangerang Selatan kota pertama di Indonesia yang memiliki Satgas Perlindungan anak di tingkat RT dan RW.

Namun, mengapa masih ada kasus anak dipasung seperti ZKA, tewas terbakar di rumah kontrakannya.

Pertanyaan itu muncul dari masyarakat. Satu di antara yang TribunJakarta.com catat adalah dari Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH).

ZKA masih berusia 10 tahun saat tewas terbakar di rumah kontrakannya. 

Diduga karena kakinya diikat rantai, ia tidak bisa melarikan diri saat api membakar kontrakan di bilangan Gang Sayur Asem, kelurahan Setu, kecamatan Setu, Tangsel, Minggu (17/11/2019) lalu.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menjadikan korban nyawa yang sangat berharga itu sebagai catatan.

Seharusnya hal itu tidak terjadi kalau Satgas Perlindungan Anak bekerja sesuai fungsinya.

"Bagaimanapun kejadian itu kita sayangkan lolos dari insteumen kita termasuk Satgas Anak."

"Ini menjadi catatan kita untuk kedepan," ujar Benyamin di Pondok Aren, Tangsel, Selasa (19/11/2019).

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved