Penggugat Sebut Dinas Pendidikan DKI Bakal Evaluasi Sistem Pembelajaran SMA Kolese Gonzaga

Pihak orangtua yang anaknya tidak naik kelas menyebut Dinas Pendidikan DKI Jakarta bakal mengevaluasi sistem pembelajaran di SMA Kolese Gonzaga.

Penggugat Sebut Dinas Pendidikan DKI Bakal Evaluasi Sistem Pembelajaran SMA Kolese Gonzaga
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kuasa hukum Yustina Supatmi selaku penggugat SMA Gonzaga, Susanto Utama, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Selasa (19/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Pihak orangtua yang anaknya tidak naik kelas menyebut Dinas Pendidikan DKI Jakarta bakal mengevaluasi sistem pembelajaran di SMA Kolese Gonzaga.

Kuasa hukum Yustina Supatmi selaku pihak penggugat, Susanto Utama, mengatakan evaluasi itu menjadi salah satu poin untuk mencapai perdamaian.

Hal itu dikatakan seusai sidang mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Selasa (19/11/2019).

"Tadi ada hal yangg diutarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) bahwa ke depannya mereka akan berupaya melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran di gonzaga. Itu yang kami tangkap," ujar Susanto.

Dalam evaluasi tersebut, lanjut dia, bakal dibahas soal pertimbangan seorang siswa tidak naik kelas.

"Ya itu akan kami bahas juga. Tapi poin-poin apa yang kira-kira berkenan untuk kedua belah pihak, itu yang kami kedepankan," kata dia.

Untuk diketahui, anak Yustina berinisial BB tinggal kelas lantaran tidak lulus pada mata pelajaran Sejarah.

Susanto mengatakan keputusan sekolah bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 53 Tahun 2015.

"Kalau sesuai Permendikbud itu kan si anak mendapat minimal tiga nilai merah. Sedangkan BB ini cuma satu merahnya," ucap Susanto.

Halaman
1234
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved