Ratusan Murid hingga Guru SMPN 20 Depok Terindikasi Hepatitis

Ratusan murid Sekolah Menengah Pertaman Negeri (SMPN) 20 Kota Depok, terindikasi penyakit hepatitis.

Ratusan Murid hingga Guru SMPN 20 Depok Terindikasi Hepatitis
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Gedung Sekolah SMPN 20 Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Ratusan murid Sekolah Menengah Pertaman Negeri (SMPN) 20 Kota Depok, terindikasi penyakit hepatitis.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono ketika meninjau sekolah tersebut siang ini.

"Berawal dari laporan dari orang tua murid, ada indikasi dugaan hepatitis, dan diduga ada dan juga ternyata banyak juga terindikasi penyakit tersebut. Murid ada 41, guru ada tiga," kata Hardiono di SMPN 20 Depok, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (19/11/2019).

Hardiono menjelaskan, harus ada upaya promotif, preventif, hingga rehabilitatif yang dilakukan oleh dinas terkait.

"Saya berharap dinas terkait untuk lakukan upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif, penyuluhan promosi dan penanganan kasus. Ini harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas," bebernya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 20 Depok Komar Suparman menjelaskan, kasus tersebut berawal ketika upacara yang berlangsung pada hari Senin satu pekan yang lalu.

"Diawali saat upacara, ada anak kami sakit, bukan Senin kemarin tapi seminggu lalu, kami belum tau permasalahannya, senin sekira 60 murid yang sakit," ujar Komar di lokasi yang sama.

Lanjut Komar, hari selanjutnya pada Selasa jumlah murid yang sakit bertambah menjadi kurang lebihnya 100 murid yang sakit.

"Setelah itu hari Rabu ada info anak sakit itu ada yang dibawa ke dokter indikasi hepatitis. Rabunya kami lapor ke Puskesma, hingga Kamis ada tindakan panca indera," ujar Komar.

Rumah Jadi MCK di Karet Tengsin Dibongkar Satpol PP, Aset Langsung Diambil Alih Pemprov DKI

Tahu Cecep Reza Meninggal Dunia, Sheila Marcia Beberkan Penyesalannya

Lanjut Komar, Senin (18/11/2019) kemarin ada sekiranya lebih dari 100 murid yang tidak hadir.

"Terus kami koordinasi ke Dinkes siangnya datang kemari, difokuskan mengambil sampel sejauh mana kondisi anak itu, diambil sampel darah, lingkungan diperiksa, makanan air, termasuk guru dan karyawan," katanya.

Terakhir, Komar menjelaskan pihaknya sudah mencoba menyampaikan pada muridnya agar meningkatkan perilaku hidup bersih.

"Mulai dari cuci tangan, makanan kalau perlu bawa makan dari rumah. Pedagang di kantin pun sudah kami ambil sampelnya, dan kami minta tingkatkan lagi kebersihannya," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved