Air Tanah Berasa Asin di Kepulauan Seribu, Warga Harus Beli Air Bersih ke Penjaringan Jakarta Utara

Warga Kabupaten Kepulauan Seribu yang wilayah pulaunya diapit lautan, kerap kesulitan air bersih dan harus membeli hingga ke Penjaringan Jakarta Utara

Air Tanah Berasa Asin di Kepulauan Seribu, Warga Harus Beli Air Bersih ke Penjaringan Jakarta Utara
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Pulau Harapan RT 001/RW 01, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu. 

Namun demikian, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membangun empat Instalasi Pengolahan Air (IPA) dari air laut menjadi air tawar.

Adapun instalasi ini memakai teknologi Sea Water Reserve Osmosis (SWRO).

“Sudah ada empat instalasi SWRO yang dibangun di Kepulauan Seribu, di antaranya di Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Payung dan Pulau Kelapa Dua,” ujar Husein.

Fakta-fakta 12 Anggota Satpol PP DKI Jakarta Diduga Lakukan Pembobolan ATM Jumlahnya Rp 32 Miliar

Sebelumnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu mengandalkan paus dan gajah untuk mengevakuasi sampah di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Namun jangan salah, ternyata paus dan gajah yang dimaksud merupakan alat pengangkut sampah.

Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @sudin_lh_p1000 pada Rabu (27/3) lalu, terlihat aktivitas bongkar muat sampah di Kepulauan Seribu.

Pada keterangan video, tertulis dua nama hewan sebagai julukan alat pengangkut sampah.

Truk sampah yang dipakai dijuluki gajah, sedangkan kapal pengangkut sampah dijuluki paus.

“Kegiatan bongkar muat sampah dari paus ke gajah, itu julukan truk kita ya,” tulis admin aku Instagram @sudin_lh_p1000.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman mengakui, ada julukan dengan menggunakan dua nama hewan berukuran besar itu.

Halaman
123
Editor: Suharno
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved