Cecep Reza Bombom Meninggal

Cecep Reza Perokok Berat hingga Pasang Ring Jantung, Bagaimana Rokok Bisa Merusak Organ Tubuh?

Cecep Reza meninggal dunia pada Selasa (19/11/2019) pada usia 31 tahun. Ia diketahui perokok berat hingga harus pasang ring.

Cecep Reza Perokok Berat hingga Pasang Ring Jantung, Bagaimana Rokok Bisa Merusak Organ Tubuh?
Instagram/Cecep Reza
Mantan aktor cilik, Cecep Reza, yang dikenal lewat peran Bombom dalam sinetron Bidadari. 

Ketua SMF Prevensi dan Rehabilitasi RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita ini pun membeberkan cara rokok merusak kesehatan jantung.

Dia berkata bahwa rokok mengandung 7.000 senyawa kimia yang 699 di antaranya beracun dan 69 di antaranya merupakan zat karsiogenik.

ilustrasi
ilustrasi (IST)

Zat-zat beracun pada rokok dapat menumpuk lapisan lemak yang menyebabkan penyempitan dan kerusakan arteri koroner (aterosklerosis). Akibatnya, fungsi vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah pun menurun dan respons inflamasi meningkat.

Ketika dibakar, rokok juga menghasilkan karbon monoksida yang mengurangi jumlah oksigen yang terikat dalam darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan oksigen.

Lalu, rokok meningkatkan terjadinya thrombosis atau penggumpalan darah sehingga risiko serangan jantung meningkat.

Ade juga berkata bahwa produk tembakau lainnya, seperti cerutu, shisha, dan rokok elektronik, juga memiliki dampak kardiovaskular akut yang sama dengan rokok karena mengandung nikotin.

Di samping merupakan zat adiktif, nikotin juga merangsang kelenjar adrenalin. Hormon adrenalin merangsang sistem syaraf simpatis sehingga tekanan darah dan denyut jantungnya naik.

“Peningkatan ini berbahaya bagi orang normal, apalagi orang yang yang sakit jantung. Kalau nadi, denyut jantung, dan tensinya tinggi; otomatis beban jantung meningkat dan iskemiknya tinggi,” katanya.

Pada pasien gagal jantung, dampak buruk nikotin lebih kentara. Pasien tersebut bisa mengalami sesak napas dan perlu menjalani rawat inap di rumah sakit.

Untuk mengurangi dampak-dampak di atas, seorang perokok perlu berhenti merokoknya setidaknya satu tahun.

“Tapi perlu diingat juga bahwa kalau dia berhenti merokok, tapi lingkungannya merokok, orang tersebut juga bisa terkena serangan jantung karena tergolong perokok pasif,”

(Tribunnews.com/Nurul Hanna/Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo/Kompas.com)

Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved