Kursi Wagub DKI Jakarta Masih Kosong, PKS: Zalim Kalau Ditunda-tunda!

Setahun lebih posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta lowong setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri pada Agustus 2018 lalu.

Kursi Wagub DKI Jakarta Masih Kosong, PKS: Zalim Kalau Ditunda-tunda!
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Ruang kerja Sandiaga Uno selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta Selasa, (14/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Setahun lebih posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta lowong setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri pada Agustus 2018 lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun harus menjalankan roda pemerintahan seorang diri.

Sampai saat ini, proses pemilihan Wagub DKI pun seperti jalan ditempat.

Pasalnya, DPRD DKI Jakarta kini sedang sibuk menggodok rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Meski demikian, pemilihan Wagub DKI ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, sehingga pada awal 2020 mendatang, Gubernur Anies Baswedan telah memiliki pendamping.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin pun meminta proses pemilihan Wagub DKI ini segera dikebut.

Bahkan, politisi 56 tahun ini menyebut, anggota dewan berbuat zalim bila kembali menunda-nunda proses pemilihan Wagub.

"Zalim kalau menunda-nunda pemilihan Wagub. Itu berarti menzalimin masyarakat karena akan mengganggu kinerja gubernur," ucapnya, Rabu (20/11/2019).

Terkait dengan nama calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI yang diusulkan oleh PKS, Arifin mengatakan, pihaknya tetap mengusung nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai dua kandidat utama.

Punya Modal Kemenangan, Persija Jakarta Percaya Diri Taklukan Arema FC Dihadapan Aremania

Persib Bandung Vs Barito Putera: Maung Bandung Bertemu Eks Pelatih, Robert Singgung Komidi Putar

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved