Jelang Pilkades, Ratusan Calon Kepala Desa Kabupaten Tangerang Dapat Pembekalan Jaga Ketertiban

Seperti diketahui, lima kecamatan dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang masuk ke dalam wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

Jelang Pilkades, Ratusan Calon Kepala Desa Kabupaten Tangerang Dapat Pembekalan Jaga Ketertiban
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Pembekalan calon kepala desa Kabupaten Tangerang di Mapolrestro Tangerang Kota, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebanyak 156 calon kepala desa di Kabupaten Tangerang dikumpulkan di Markas Polres Metro Tangerang Kota untuk pembekalan menjelan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Tangerang.

Seperti diketahui, lima kecamatan dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang masuk ke dalam wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

Lima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Sepatan Timur, Sepatan, Kosambi, Teluknaga, dan Pakuhaji yang akan melaksanakan Pilkades pada 1 Desember 2019 mendatang.

Pembekalan calon kepala desa Kabupaten Tangerang di Mapolrestro Tangerang Kota, Kamis (21/11/2019).
Pembekalan calon kepala desa Kabupaten Tangerang di Mapolrestro Tangerang Kota, Kamis (21/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Terdaftar setidaknya 156 calon kepala desa tercatat untuk mengikuti pesta rakyat yang tinggal hitungan hari itu.

Guna mengedukasi pengetahuan dan menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkades 2019, Polres Metro Tangerang Kota pun mengumpulkan 156 calon kepala desa siang ini.

"Siang ini sengaja kumpulkan seluruh calon kepala desa karena minggu depan kan sudah melaksanakan masa kampanye. Lalu 1 Desember sudah masa pemilihan, jadi sengaja dikumpulkan untuk menyamakan persepsi," ucap Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim, Kamis (21/11/2019).

Selain menyamakan persepsi, lanjut Karim, para calon kepala desa tersebut diberikan imbauan untuk menjaga ketertiban selama jelang Pilkades atau pun memasuki masa pelaksanaan nanti.

"Menurut saya paling penting calonnya ini bagaimana dia bisa meredam basis massa dia untuk tidak memobilisasi apabila ada konflik atau komplain seperti di wilayah Pakuhaji, Teluknaga, dan Sepatan," kata Karim.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved