Masuk Musim Hujan, Warga Jakarta Masih Kesulitan Air Bersih

Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) warga Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung masih butuh bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Masuk Musim Hujan, Warga Jakarta Masih Kesulitan Air Bersih
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warga RW 06 Kelurahan Munjul saat mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Hujan yang mengguyur kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu terakhir tak membuat warga Jakarta Timur yang mengalami krisis air bersih bernafas lega.

Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) warga Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung masih butuh bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua RT 02/RW 06 Siti Romlah mengatakan jumlah 50 KK tersebut berasal dari warga di RT 01, 02, dan 03 yang mengalami krisis air bersih.

"Kalau di sini ada sekitar 50 KK yang kesulitan air bersih. Sudah dari enam bulan lalu air di sumur warga mulai kering," kata Romlah di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019).

Beda dengan wilayah lain di Jakarta Timur yang sudah mulai bersiap menghadapi banjir, intensitas hujan di Kelurahan Munjul terbilang minim.

Romlah menuturkan minimnya intensitas hujan di Kelurahan Munjul membuat debit air sumur masih mengering.

"Kalau di sini hujannya rintik doang, jadi sumur warga tetap kering. Sudah enam bulan kita kesulitan air bersih, makannya sekarang kita minta bantuan air ke pemerintah," ujarnya.

Ustaz Abdul Somad Ceramah di KPK, Tolak Air Minum Hingga Pegawai yang Undang Bakal Diperiksa

Almarhum Bahtiar Effendy Dimakamkan di TPU Lemperes

Warga di RT 01, 02, 03 sendiri baru meminta bantuan air bersih sejak awal bulan November 2019 kepada Satgas Air Bersih Pemprov DKI Jakarta.

Sebelum mendapat bantuan air bersih, Romlah menyebut warga saling berbagi air dan terpaksa membeli galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"50 KK ini enggak sumurnya enggak langsung kering semua, jadi bertahap. Awalnya warga saling minta air, tapi karena hujan enggak turun kekeringan meluas," tuturnya.

Pantauan TribunJakarta.com, sekira pukul 11.34 WIB puluhan warga RW 06 sibuk mengantre bantuan 7.000 liter air bersih dari satu perusahaan minum swasta.

Mereka berbondong-bondong menuju tempat mobil tangki terparkir sembari menenteng ember, galon, dan wadah lain guna menampung air.

Sebelumnya BMKG menyatakan musim hujan mulai berlangsung sejak bulan November 2019 dan puncaknya terjadi di bulan Januari-Februari 2020.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved