Pacul Impor Diduga Ilegal, Pedagang Perkakas Jatinegara Cemas Dagangannya Disita Pemerintah

Pedagang perkakas Pasar Jatinegara Lama, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur khawatir setelah Presiden Joko Widodo menyinggung impor pacul dari China.

Pacul Impor Diduga Ilegal, Pedagang Perkakas Jatinegara Cemas Dagangannya Disita Pemerintah
TribunJakarta/Bima Putra
Pacul impor (kiri) yang dijual pedagang perkakas di Pasar Jatinegara Lama, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pedagang perkakas di Pasar Jatinegara Lama, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur khawatir setelah Presiden Joko Widodo menyinggung impor pacul dari China beberapa waktu lalu.

Sutomo (41), satu pedagang perkakas yang menjual pacul impor dari China mengaku takut dagangan beberapa rekannya pernah disita pemerintah karena masalah izin impor.

"Khawatir juga, habis toko sebelah dagangan pernah disita. Alasannya karena izin impor bermasalah, yang menyita waktu itu pegawai pemerintah begitu lah," kata Sutomo di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019).

Penjual Sebut Pacul Impor di Pasar Jatinegara Diborong Pegawai Kelurahan

Meski lebih digemari karena kualitasnya dikenal kokoh dan laku diborong pegawai Kelurahan untuk operasional petugas kebersihan.

Sutomo enggan membeli pacul impor dalam jumlah banyak dari tengkulak langganannya dan tetap menjajakan pacul rakitan lokal.

Harga pacul impor yang dijual Sutomo dipatok Rp 65 ribu per buah, sementara harga pacul produksi lokal dibanderol Rp 35 ribu per buah.

"Kalau ngambil banyak-banyak juga kasian yang ngirim pacul lokal, karena enggak terlalu laku. Jadi biar berimbang saja dan banyak pilihan untuk yang beli," ujarnya.

Menanggapi pernyataan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyatakan banyak pacul impor diduga ilegal karena masuk tanpa izin.

Sutomo berharap pemerintah tak lantas menyita dagangan para pedagang perkakas karena mereka tak tahu menahu masalah izin impor.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved