Pekan Depan, DPRD DKI Jakarta Bahas Rancangan APBD 2020 di Badan Anggaran

Proses pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 DKI Jakarta memasuki babak baru.

Pekan Depan, DPRD DKI Jakarta Bahas Rancangan APBD 2020 di Badan Anggaran
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Ilustrasi DPRD DKI Jakarta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Proses pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 DKI Jakarta memasuki babak baru.

Setelah pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2020 rampung di bahas di lima komisi DPRD DKI, pembahasan anggaran akan kembali dilanjutkan dalam rapat di Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Gerindra Mohammad Taufik mengatakan, pembahasan anggaran di Banggar ini akan mulai dilaksanakan pekan depan.

"Minggu depan, Senin atau Selasa (pembahasan anggaran) di Banggar untuk menetapkan KUA-PPAS," ucapnya, Kamis (21/11/2019).

Dalam rapat tersebut, nantinya akan dibahas rencana-rencana kegiatan Pemprov DKI mana saja yang akan diprioritaskan dan yang akan dihapus.

"Ini (rancangan anggaran) tinggal disisir saja, pokoknya harus Rp 87 triliun," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DPRD DKI Saefullah mengatakan, rancangan KUA-PPAS untuk APBD 2020 mengalami defisit sebesar Rp 10 triliun.

Harga Tiket Lawan Melambung Tinggi, PP The Jakmania Minta Penurunan Harga ke Panpel Arema FC

Hadapi Persija Jakarta, Pelatih Arema FC Sebut Kembalinya Pemain Jebolan Diklat Persib Bandung

Defisit anggaran ini sendiri terjadi lantaran biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana kegiatan yang disusun Pemprov DKI pada 2020 mendatang lebih besar dibandingkan kemampuan keuangannya.

"Jadi rencana kegiatan kita di 2020 yang akan datang berdasarkan rapat-rapat komisi itu terungkap angka Rp 97 triliun. Tapi, kemampuan keuangan daerah kita setelah dihitung hanya Rp 87 triliun," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah, Kamis (21/11/2019).

"Jadi masih ada selisih Rp 10 triliun," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved