Orangtua Murid dan Kolese Gonzaga Damai

Perkara Selesai, Ini 3 Poin Perdamaian Orangtua Murid dan SMA Kolese Gonzaga

Kasus perselisihan antara orangtua murid dan SMA Kolese Gonzaga akhirnya berujung dengan kesepakatan damai.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Tampak depan SMA Kolese Gonzaga, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kasus perselisihan antara orangtua murid dan SMA Kolese Gonzaga akhirnya berujung dengan kesepakatan damai.

Kuasa hukum SMA Kolese Gonzaga Edi Danggur menjelaskan, terdapat tiga poin pada kesepakatan damai tersebut.

Pertama, sebut dia, gugatan yang diajukan Yustina Supatmi selaku penggugat dicabut tanpa syarat.

"Semua selesai, termasuk juga tuntutan yang tujuh butir itu ditiadakan," kata Edi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Kamis (21/11/2019).

Poin kedua, sambungnya, semua pihak tidak boleh saling menggugat di kemudian hari.

"Lalu yang ketiga, kalau selama ini SMA Kolese Gonzaga diadukan ke mana mana, baik lisan maupun tertulis, itu semua harus dicabut juga. Itu saja," jelas dia.

"Sehingga ke depannya tidak ada perkara lagi antara penggugat dan SMA Kolese Gonzaga, serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta," tambahnya.

Majelis Hakim pun meminta pihak penggugat dan tergugat untuk menaati kesepakatan damai.

"Mengadili, menghukum penggugat, tergugat, dan turut tergugat untuk menaati kesepakatan perdamaian yang telah disepakati," kata Ketua Majelis Hakim Lenny Wati Mulasimadhi saat membacakan putusan di Ruang Sidang 1.

Halaman
1234
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved