Profil Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden, Penyandang Tunarungu dengan Sederet Prestasi

Wanita yang lahir 32 tahun lalu ini dikenal sebagai perempuan penyandang disabilitas berpengaruh di Indonesia.

Profil Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden, Penyandang Tunarungu dengan Sederet Prestasi
ISTIMEWA/Tangkap layar Youtube BPMI 2019
Presiden Joko Widodo menunjuk tujuh staf khusus presiden di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/11/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Joko Widodo menunjuk Angkie Yudistia sebagai salah satu staf khusus presiden.

Wanita yang lahir 32 tahun lalu ini dikenal sebagai perempuan penyandang disabilitas berpengaruh di Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com, dengan judul berita Angkie Yudistia, Penyandang Tunarungu Berprestasi yang Jadi Staf Khusus Presiden, sejak usia 10 tahun, Angkie kehilangan pendengarannya.

Dugaan sementara, hal itu tidak terlepas dari konsumsi obat-obatan antibiotik saat ia mengidap penyakit malaria.

“Awalnya aku enggak tahu (ada gangguan pendengaran), sampai lingkungan sekitar bilang sudah manggil-manggil, tetapi aku enggak dengar, enggan nengok,” cerita Angkie saat ditemui Kompas.com di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, 1 Maret 2017.

Mengidap keterbatasan pendengaran saat remaja bukanlah hal yang mudah untuk Angkie.

Ia kerap merasa tertekan dan kurang percaya diri.

Setidaknya, butuh waktu 10 tahun bagi penulis buku ‘Perempuan Tunarungu, Menembus Batas’ itu untuk bangkit. 

Lulus dari SMAN 2 Bogor, Angkie kemudian melanjutkan kuliah jurusan Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations Jakarta.

Kehidupan di kampus itulah yang kemudian sedikit demi sedikit mengubah pola pikirannya.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved