Tingkatkan Pelayanan, Bank DKI Luncurkan Kartu Pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang

kartu tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk pembayaran tiket Transjakarta, MRT, hingga masuk ke kawasan wisata, seperti Monas dan Ragunan

Tingkatkan Pelayanan, Bank DKI Luncurkan Kartu Pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Pasar Induk Beras Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Guna meningkatkan pelayanan terhadap pelaku usaha, Bank DKI bersama Food Station Tjipinang Jaya meluncurkan Kartu Pedagang bagi penjual di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur.

Selain dijadikan sebagai kartu identitas bagi para pedagang beras di PIBC, kartu ini juga berfungsi sebagai kartu ATM dan uang elektronik JakCard Bank DKI.

Tak hanya itu, Kartu Pedagang ini juga bisa digunakan sebagai alat pembayaran retribusi pedagang.

Bahkan, kartu tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk pembayaran tiket Transjakarta, MRT, hingga masuk ke kawasan wisata, seperti Monas dan Ragunan.

Sekretaris Perusahan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan, pihaknya juga akan memberikan kemudahan bagi pemilik Kartu Pedagang dalam mengajukan kredit usaha.

Sehingga para pedagang di PIBC bisa semakin mengembangkan usahanya lewat penambahan modal.

"Pedagang yang memiliki kios dan rekening tabungan Bank DKI akan dijadikan sebagai parameter untuk pemberian kredit," ucapnya, Rabu (20/11/2019).

Penjelasan Bank DKI Soal Dugaan Oknum Satpol PP Bobol ATM Rp 32 Miliar

Pelayanan SIM Keliling Tangerang Hari Kamis (21/11/2019) Tersebar di 4 Lokasi

PAD Masih Kurang Rp 1 Triliun, Wali Kota Bekasi Ungkap Faktor Penghambat

"Para pedagang di PIBC lebih mudah mengajukan kredit karena portofolio keuangan dari usahanya itu terekam dalam aktivitas rekening di Bank DKI," tambahnya menjelaskan.

Bagi pemegang Kartu Pedagang yang berminat menambah modal usahanya, Bank DKI juga siap membantu dengan menawarkan produk Kredit Monas 25, 75, dan 500.

Dimana para pemegang kartu tersebut bisa mengajukan kredit dengan plafon mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 500 juta.

"Nasabah juga bisa memanfaatkan berbagai produk dan layanan perbankan lainnya sesuai kebutuhan. Layanan perbankan Bank DKI juga tersedia dalam skim Syariah," ujarnya dalam siaran tertulis.

Sampai dengan September 2019 ini, Bank DKI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 1,4 triliun atau meningkat 25,2 persen dibandingkan periode September 2018 sebesar Rp 1,1 triliun.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved