Klarifikasi KBRI Malaysia Soal Insiden Penyerangan Suporter Indonesia, Hingga Kabar Ada yang Ditusuk

Dalam perbincangan dengan Sesmenpora, Yusron menjelaskan secara rinci. Salah satunya terkait kabar adanya korban penusukan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aksi suporter Timnas Indonesia yang memasuki lapangan pada ajang kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUJAKARTA.COM, JAKARTA – Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto langsung buru-buru menelepon perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berada di Kuala Lumpur, Kamis (21/11/2019) malam.

Di hadapan wartawan, Sesmenpora menanyakan perkembangan terkini kepada Kepala Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron B. Ambary.

Hal itu Gatot lakukan karena berita soal insiden penyerangan suporter Indonesia di Malaysia sudah viral, apalagi adanya sebuah video pendek yang di dalamya dua suporter Indonesia dikeroyok hingga babak belur.

Suporter Indonesia mendukung perjuangan tim nasional U-23 Indonesia saat melawan Uni Emirat Arab dalam pertandingan babak 16 besar sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Jumat (24/8/2018).
Suporter Indonesia mendukung perjuangan tim nasional U-23 Indonesia saat melawan Uni Emirat Arab dalam pertandingan babak 16 besar sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Jumat (24/8/2018). (HERKA YANIS/TABLOID BOLA)

Dalam perbincangan dengan Sesmenpora, Yusron menjelaskan secara rinci.

Salah satunya menyangkal adanya korban penusukan.

“Jadi gini memang kemarin ada satu kasus yang sudah kami terima laporannya yang beredar di media sosial orang kita digebukin, orangnya sudah datang satu malam sebelum hari pertandingan digebukinnya. Saya dikasih tahu aliansi suporter indonesia,” kata Yusron.

“Orangnya datang di KBRI, kita bantu SPLP sudah kita buatkan sudah kita berikan.  Saya minta dia mengurus yang namanya dokumen hilang ngurus ke imigrasi, special pass. Kemarin malam sebelumnya, siangnya datang habis bikin paspor dia langsung pulang saya inginnya catat laporannya,”

Suporter Indonesia memberikan dukungan dari tribune Stadion Bukit Jalil saat laga Timnas U-16 Indonesia vs Australia dalam perempat final Piala Asia U-16 2018, 1 Oktober 2018.
Suporter Indonesia memberikan dukungan dari tribune Stadion Bukit Jalil saat laga Timnas U-16 Indonesia vs Australia dalam perempat final Piala Asia U-16 2018, 1 Oktober 2018. (ADAM AIDIL/AFC)

“Namanya Fuad, yang ada gambar paspor dan ada foto gambar dia, saya sudah ketemu orangnya. Janjinya mau ke KBRI setelah dari imigrasi, ternyata tidak ada kabar saya pikir dua sudah pulang,”

“Wartawan sudah nanya ada yang ditusuk, kami tidak ada info, ada yang mau ditusuk tapi ditahan pakek tangan tangannya sobek. Itu yang saya terima laporannya. Kalau 3 WNI ditangkap terkait berita hoaks yang dia kirim, karena itu di Malaysia ada UU pencegahan, jadi apapun bisa dilakukan oleh polisi kalau bikin gaduh di sosmed. Internal security act,” jelasnya.

Hari ini, Jumat (22/11/2019) KBRI Malaysia memberikan pernyataan. Di akun facebooknya, KBRI berharap pemerintah Malaysia bisa mengusut tuntas pengeroyokan yang dialami dua suporter Indonesia.

Suporter Indonesia mendukung Timnas U-16 Indonesia Vs Iran di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia pada Jumat (21/9/2018).
Suporter Indonesia mendukung Timnas U-16 Indonesia Vs Iran di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia pada Jumat (21/9/2018). (twitter.com/theafcdotcom)

“Untuk kasus yang pertama, KBRI telah menyampaikan nota protes kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia yang menyesalkan terjadinya kasus tersebut.

KBRI juga meminta otoritas Malaysia untuk mengusut dengan tegas para pelaku. KBRI telah bertemu dengan korban pengeroyokan pada tanggal 19 November 2019 dan memberikan bantuan pengurusan dokumen dan menerima laporan mereka,”

“Sementara untuk kasus kedua, KBRI akan mengajukan permohonan untuk memperoleh Akses Konsuler untuk dapat menemui dan mendampingi ketiga orang dimaksud,” tulisa KBRI Malaysia di akun Facebooknya.

Lebih lanjut, KBRI Malaysia juga mengimbau kepada siapa pun yang menjadi korban di Malysia untuk bisa melaporkan ke Kepolisian Malysia dan KBRI.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved