Pengedar Dollar Palsu Dapat Upah Rp 300.000

Kepada Abah, DM menyetor uang sekitar Rp 10 juta untuk mendapatkan 100 lembar pecahan 1.000 dollar Amerika palsu

Pengedar Dollar Palsu Dapat Upah Rp 300.000
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
DM (39), salah satu tersangka pengedar dolar palsu yang ditangkap Polsek Pademangan, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Polisi menangkap lima tersangka yang mengedarkan dollar palsu di kawasan Jakarta Utara pada Rabu (13/11/2019) lalu.

Salah satu tersangka yang tertangkap adalah DM. DM berperan sebagai penghubung antara Abah, DPO yang diduga membuat uang palsu, kepada pengecer lain.

"Saya dapat dari Abah," kata DM saat diwawancarai wartawan di Maposek Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (22/11/2019).

Kepada Abah, DM menyetor uang sekitar Rp 10 juta untuk mendapatkan 100 lembar pecahan 1.000 dollar Amerika palsu.

Apabila 1.000 dollar itu laku terjual, DM akan mendapatkan upah dari Abah.

"Saya dapat Rp 300.000 dari Abah," tutur dia.

Namun, DM berdalih baru kali ini ia terlibat dalam pengedaran uang palsu tersebut.

Adapun DM ditangkap bersama ES di Kabupaten Bogor pada Kamis (14/11/2019). Sehari setelah penangkapan tiga orang pengecer yakni DS (49), JK (45) dan TH (40).

Mereka tertangkap setelah polisi menjebak tersangka untuk bertransaksi di depan WTC Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara.

Kronologi Suporter Timnas Indonesia Dikeroyok di Malaysia, Menpora Malaysia Malah Bilang Video Palsu

"Jadi total barang bukti mata uang palsu yang kita amankan itu 220.000 USD dengan pecahan 100 dollar AS. Apabila dirupiahkan bisa mencapai Rp 3 miliar," ucap Budhi.

Terhadap ke limanya dikenakan pasal 245 KUHP Tentang uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Editor: Erik Sinaga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved