Penjelasan Dishub DKI Soal Poin-Poin Peraturan Skuter Listrik

Kata Syafrin, nantinya pengguna skuter listrik diwajibkan menggunakan helm dan peralatan pelindung tubuh lainnya.

Penjelasan Dishub DKI Soal Poin-Poin Peraturan Skuter Listrik
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Skuter listrik (GrabWheels) terparkir di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menuturkan poin-poin penting yang akan dicatat dalam regulasi skuter listrik.

Poin pertama, kata dia, skuter listrik dikategorikan sebagai alat angkut per orangan.

"Dalam negara disebut (personal mobility device), sehingga kami akan klasifikasi beberapa jenis personal mobility device ini dalam peraturan gubernur," kata Syafrin kepada Wartawan, di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Lalu, aspek keselamatan pengguna skuter listrik juga menjadi poin penting dalam regulasi.

Kata Syafrin, nantinya pengguna skuter listrik diwajibkan menggunakan helm dan peralatan pelindung tubuh lainnya.

"Ada pakaian khusus juga yang malam hari digunakan bisa memberikan pantulan cahaya atau reflektor, termasuk di skuter listriknya," ucap Syafrin.

Kemudian, lanjut Syafrin, batas kecepatan maksimal skuter listrik yaitu 15 kilometer per jam.

Usia pengguna skuter listrik pun diwajibkan minimal berusia 17 tahun.

"Sebagaimana yang acuan kami dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2019 bahwa usia 17 tahun, seorang dianggap sudah dewasa dan bisa mendapat SIM (Surat Izin Mengemudi) C," ujarnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved