Liga 2 2019

Kabar Duka dari Pelatih Widodo Cahyono Putro saat Bawa Persita Lolos Liga 1 Musim Depan

Di balik suka cita setelah Persita Tangerang lolos Liga 1 2020, ada duka mendalam dirasa pelatih Widodo Cahyono Putro.

Kabar Duka dari Pelatih Widodo Cahyono Putro saat Bawa Persita Lolos Liga 1 Musim Depan
PSSI.org
Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro. 

"Terima kasih juga kepada para pemain, staff dan elemen lain Persita, sangat menghargai pengorbanan teman-teman."

"Terakhir, yang jelas keberhasilan ini untuk warga masyarakat Tangerang," tutur Egi Melgiansyah.

Syukur Bupati Tangerang

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, bersyukur tim bola kebanggaannya, Persita Tangerang, lolos ke Liga 1 Indonesia musim depan.

"Alhamdulillah terima kasih semua pemain pelatih official dan supporter Persita semua," terang Zaki saat dihubungi TribunJakarta.com.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat ditemui di Green Office Park 1, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/9/2019).
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat ditemui di Green Office Park 1, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/9/2019). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Zaki yang merupakan pembina Persita Tangerang berharap tim jagoan suporter La Viola itu tetap konsisten berada di Liga 1.

"Harapan saya Persita bisa tetap di Liga 1," harap Zaki.

Terkait belanja pemain, demi menghadapi musim yang lebih berat tahun depan, Zaki menyerahkan ke manajemen.

"Manajemen yang tentukan," jelasnya.

Suporter Persita Tewas

Kabar duka turut menyelimuti Persita Tangerang.

Selain kakak pelatih Widodo Cahyono Putro meninggal, satu suporter Persita Tangerang menghembuskan napas terakhir selesai nonton bareng.

Pendukung setia Pendekar Cisadane berumur 16 tahun tewas karena luka bacok di sekujur tubuhnya.

Pantauan TribunJakarta.com di kamar jenazah RSUD Kabupaten Tangerang pada Jumat malam, jenazah remaja bernama Suhendi tersebut langsung diautopsi.

Aam (52), tante korban, mengaku melihat banyak luka di tubuh keponakannya itu.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring saat kerumah korban di kawasan Kampung Keroncong, Kecamatan jatiuwung, Kota Tangerang pada Sabtu (23/11/2019) dini hari.
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring, melayat ke rumah almarhum Suhendi di Kampung Keroncong, Jatiuwung, Kota Tangerang, Sabtu (23/11/2019) dini hari. Suhendi, suporter Persita Tangerang tewas dibacok orang tak dikenal setelah nobar.

"Lukanya ada di sebelah perut sama punggung, terus ada di pundak kanan. Kayaknya ditebas di perut dulu baru ke punggung gitu," cerita Aam.

Sejak kecil Suhendi sudah menjadi suporter loyal Persita Tangerang.

Sebelum meninggal, Suhendi pamit untuk menonton bareng laga semifinal Persita Tangerang kontra Sriwijaya FC bersama kedua temannya.

"Izinnya sih nonton bareng ya tapi kita juga enggak tahu beloknya dia ke mana."

"Tahu-tahu maghrib tadi sudah dapat kabar keponakan saya kena luka bacok," ujar Aam.

Beredar kabar Suhendi tewas ditebas oleh orang tidak dikenal di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Aam tidak mengira keponakannya bakal meninggal mengenaskan, karena selama ini dikenal pendiam dan baik.

"Syok banget ya soalnya saya tahu kabar pas lagi ambil air wudhu. Anaknya (Suhendi) itu baik banget, enggak ada bandel-bandelnya. Dia rajin ibadah," kata Aam di kamar jenazah RSUD Kabupaten Tangerang.

Sehari sebelum kematiannya, korban ikut pengajian di rumahnya hingga malam.

Suhendi memang dikenal taat beribadah dan tidak pernah terlibat tawuran apa lagi berteman dengan orang yang membawa senjata tajam ke mana-mana.

"Sekeluarga kaget tiba-tiba tewas karena kebacok begitu," tutur Aam. (BolaSport.com/TribunJakarta.com)

Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved