Polisi Bantah Pengemudi Land Cruiser Penabrak PKL di Kota Tua Terpengaruh Obat Terlarang

Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko membantah bahwa AS, pengendara Toyota Land Cruiser yang menabrak dua PKL terpengaruh obat terlarang.

Polisi Bantah Pengemudi Land Cruiser Penabrak PKL di Kota Tua Terpengaruh Obat Terlarang
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Trotoar di sekitar lokasi kecelakaan Toyota Land Cruiser di sekitar pintu masuk Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat bersih dari PKL. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko membantah bahwa AS, pengendara Toyota Land Cruiser yang menabrak dua PKL di dekat Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat dalam pengaruh narkoba atau obat terlarang.

Hari menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara, penyebab kecelakaan lantaran AS mengantuk sehingga hilang konsentrasi.

"Pengendara karena mengantuk," kata Hari saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Sabtu (23/11/2019).

Lantaran polisi meyakini penyebab kecelakaan nahas itu karena AS mengantuk, pihaknya tak sampai melakukan tes urine.

"Enggak (tes urine). Cek aja di (Unit) Laka enggak ada apa-apa," kata Hari.

Hari mengatakan bahwa saat ini AS telah berstatus tersangka dan telah ditahan di Satwil Lantas Jakarta Barat.

"Sudah tersangka, ditahan ada di Daan Mogot (Kantor Satlantas Jakatrta Barat)," ujarnya.

Tersangka AS akan dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, karena menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Diberitakan sebelumnya, para PKL di sekitar lokasi kecelakaan menyebut gelagat pengendara Toyota Land Cruiser yang menabrak dua rekan mereka cukup aneh.

Halaman
1234
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved