Breaking News:

Samsat Jakarta Barat Imbau Masyarakat Manfaatkan Bulan Keringanan Pajak: Jangan di Hari Terkahir

Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jakarta Barat manfaatkan bulan keringanan pajak.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Suharno
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Kantor Samsat Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jakarta Barat, Joko Pujiyanto mengimbau masyarakat memanfaatkan betul bulan keringanan pajak yang masih berlaku sampai 30 Desember 2019.

Pasalnya, sejak diberlakukan pada 13 September lalu, Joko menyebut belum terlihat peningkatan signifikan dari masyarakat yang mengurus PKB maupun BBNKB di Samsat Jakarta Barat.

"Saat ini masih normal-normal saja, belum terlihat adanya peningkatan dari masyarakat. Pengalaman tiap tahun biasanya masyarakat baru berbondong-bondong di saat jelang berakhirnya program ini," kata Joko saat dihubungi TribunJakarta.com, Sabtu (23/11/2019).

Unggah Foto Dirinya yang Habis Kecurian Sandal, Mantan Menteri Andrinof: Untuk Bahan Ketawa Saja

Diketahui, bulan keringanan pajak diberlakukan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta mulai 16 September 2019 untuk menggenjot penerimaan pajak.

Dasar hukum kebijakan tersebut yaitu Peraturan Gubernur Nomor 89 Tahun 2019 dan Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2019.

Adapun keringanan pajak yakni tunggakan pokok PKB dan BBNKB ke-2 sampai dengan tahun 2012 diberikan keringanan sebesar 50 persen, tahun 2013 sampai dengan 2016 diberikan keringanan sebesar 25 persen dan sanksi adminsitrasi dihapuskan.

"Jadi hanya bayar biaya pokok dan sanksi dihapus," kata Joko.

Hasil Liga 1 2019: Satu Gol Marko Simic Tak Mampu Buat Persija Jakarta Menang Atas Arema FC

Karenanya, selagi ada keringanan dan belum terjadi penumpukan, Joko mengimbau wajib pajak memanfaatkan betul program ini.

Sebab, berdasarkan pengalaman tahun lalu, apabila mengurus di 'last minute' jelang berakhirnya program tersebut maka akan terjadi antrean panjang.

"Kalau bisa jangan tunggu membludak baru pada ngurus, lebih baik secepatnya karena prosesnya juga mudah, bisa datang ke Samsat," kata Joko. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved