Breaking News:

Tema Reuni 212, Sindir Sukmawati Agar Tak Singgung Masalah Agama

Ketua Panitia Reuni jemaah 212, Awit Masyhuri, mengatakan tema acara pada 2 Desember 2019 mendatang yakni Doa Keselamatan Negeri.

Tribunjakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Para peserta aksi 212 melintas di gedung Bawaslu RI pada Sabtu (29/9/2019) pagi. 

Dilansir dari siaran Kompas TV, Kamis (21/111/2019), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau GNP Ulama mengemukakan rencananya menggelar Munajat dan reuni PA 212 di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Yusuf Martak,selaku Ketua Umum GNP Ulama menyebutkan reuni PA 212 pada tahun 2019 rencananya akan dilaksanakan dengan berbagai kegiatan.

Acara doa bersamaa bagi kebaikan kebaikan bangsa, dan terlebih menyambut kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi merupakan salah satu agenda penting yang dilaksanakan pada reuni PA 212 besok.

Alasan Kembali Digelarnya Reuni Akbar 212 di Monas

Acara Reuni 212 akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2019.

Juru Bicara Acara Reuni 212, Awit Mashuri, mengatakan acara ini untuk menunjukkan eksistensi dan ajang pemersatu antar anggota.

Dia menegaskan tidak ada muatan politik di acara tersebut.

"(Tujuan acara Persatuan umat. Menjaga ukhuwwah umat," kata Awit, saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (22/11/2019).

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu menargetkan jutaan orang hadir di acara itu.

"Semoga berjuta-juta," tambahnya.

Sebelumnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) mengklaim sudah mengantongi izin menggelar acara reuni 212 pada 2 Desember 2019 mendatang di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Ini merupakan gelaran ketiga yang dilakukan PA 212.

Acara ini bermula dari aksi unjuk rasa pada 4 November dan 2 Desember 2016.

Aksi unjuk rasa digelar untuk memprotes dan menuntut Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena penistaan agama.

Ahok dianggap menista Islam ketika mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, September 2016.

Di kunjungan itu, Ahok mengimbau masyarakat agar tidak tertipu dengan orang-orang yang menggunakan ayat itu.

Sejak saat itu, reuni 212 rutin digelar setiap tahun, meskipun Ahok sudah menjalani hukuman penjara usai divonis bersalah oleh pengadilan.

Digelar 2 Desember 2019

Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana akan menggelar reuni pada Desember 2019 mendatang, tepatnya pada Senin (2/12/2019) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Menanggapi rencana tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD berujar tak mempermasalahkan hal itu.

Dirinya juga menyebut nantinya, apabila reuni 212 tersebut berlangsung tidak perlu adanya pengamanan khusus.

"Nggak perlu, kan sudah ada SOP-nya (Standar Operasional Prosedur)," terangnya saat diwawancarai awak media, tersiar dalam tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (21/11/2019).

Pihaknya berujar aparat sipil Indonesia sudah baik dalam menjalankan tugasnya.

PA 212 Klaim Kantongi Izin dari Anies Baswedan

Terkait rencana reuni tersebut, PA 212 klaim sudah mendapatkan izin dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan utuk mengadakan Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat.

Namun, Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri mengatakan, pihaknya masih akan membahas soal perizinan penggunaaan Monas dalam rapat.

“Masih mau rapat itu, besok aja, kalau besok sudah ada (keputusan) baru berani ngomong,” ujar Taufan saat dihubungi, Kamis (21/11/2019) malam.

Ia belum bisa memastikan apakah Pemprov DKI akan memberikan izin atau tidak.

Menurut Taufan, rapat untuk membahas izin kegiatan tersebut akan digelar Jumat (22/11/2019) ini.

Rapat akan dihadiri tim pengamanan, unsur TNI, Polri dan Pemprov DKI.

Pendukung Timnas Dikabarkan Ditusuk, PSSI Tuntut Malaysia Minta Maaf

Persaudaraan Alumni 212 Berencana Gelar Reuni Akbar di Monas pada 2 Desember 2019

“Ini kan dia minta izin tempat. Oleh Monas diizinkan atau enggak. Belum rapat, besok baru rapat,” kata Taufan.

Selain perizinan, rapat tersebut juga akan membahas perkiraan jumlah orang yang akan hadir.

Pemprov DKI dan tim keamanan berkoordinasi guna mencipatakan suasana yang tertib dan nyaman.

“Kami prediksi dari hasil dialog kami tanya ke mereka nanti kira-kira berapa banyak massa datang, siapa aja yang bergerak,” katanya.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau GNP Ulama, Yusuf Martak, dalam siaran di Kompas TV, Kamis (21/11/2019) kemarin, menyebutkan reuni tahun 2019 ini rencananya akan berupa acara doa bersama bagi bangsa dan kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tokoh FPI Ungkap Alasan Reuni 212 Kembali Digelar

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved