Fahri Hamzah Kritik Staf Khusus Milnial Jokowi, Bukan Orang yang Tepat

Fahri menganggap tujuh anak muda para staf khusus itu adalah orang yang berhasil di bidang teknologi

tribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Wakil Ketua sekaligus pendiri Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, selepas deklarasi dan melantik pengurus Dewan Pimpiman Wilayah (DPW) Gelora Banten, di Lemo Hotel, Jalan Raya Legok, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Fahri Hamzah mengkritisi tujuh Staf Khusus Pemerintah yang baru dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bukan orang yang tepat.

Wakil Ketua sekaligus pendiri Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia itu membaca Jokowi tengah menunjuk duta yang bisa dijadikan etalase atau contoh orang sukses kepada masyarakat.

"Pak Jokowi mungkin menganggap ini adalah etalase, orang yang mau ditunjukkan kepada masyarakat, ini lho contoh orang-orang sukses kan kira-kira gitu," ujar Fahri selepas deklarasi dan pelantikan pengurus Dewan Pimpiman Wilayah (DPW) Gelora Banten, di Lemo Hotel, Jalan Raya Legok, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/11/2019).

Fahri menganggap tujuh anak muda para staf khusus itu adalah orang yang berhasil di bidang teknologi."Tapi saya bilang hati-hati, karena itu ada jebakan digital orientation gitu, jadi seolah-olah yang menang itu yang bisa bikin aplikasi," ujarnya.

Namun bagi mantan Ketua DPR RI itu, seharusnya Presiden Jokowi menunjuk orang-orang yang bergerak di sektor riil, seperti petani dan peternak.

"Padahal kita ini lebih memerlukan petani yang ulung, industrialis, peternak, orang-orang yang bekerja di sektor riil. Itu yang harus menjadi contoh," ujarnya.

Ini 4 Cara Mudah Cek Jadwal Penutupan Pendaftaran CPNS 2019 Semua Instansi, Langsung di Laman SSCN

Imoo Luncurkan Watch Phone Z6: Jam Tangan Pintar untuk Anak-anak, Harga Rp 3,2 Juta

Bawa Narasi Era Kesulatanan, Fahri Hamzah Deklarasikan DPW Partai Gelora Banten

Meski begitu, Fahri tetap menghormati kebijakan orang nomor satu di Indonesia iti dalam memilih orang-orang di belakangnya.

"Sebab kita ini kalau kebanyakan app tapi kurang produksi, nanti malah barang orang lain masuk ke kita, bukan kita menjual barang kita ke luar," jelasnya.

"Enggak masalah itu hak presiden kok," tutup mantan politikus PKS itu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved