Kampanyekan Permainan Tradisional, Komunitas TGR Berdiri di Bekasi Hingga Menyebar ke Indonesia
Lebih dari itu, melalui gerakan ini, orangtua juga diharpkan ikut berperan memfasilitasi anak-anaknya di rumah gemar bermain permainan tradisional.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, JATISAMPURNA - Komunitas Traditional Games Return (TGR) merupakan perkumpulan anak-anak muda yang memiliki tujuan untuk mengkampanyekan kembali, permainan tradisional kepada anak-anak Indonesia agar tak melulu sibuk dengan gadget (gawai).
Komunitas ini pertama kali beridiri sejak 10 Desember 2019 di Kota Bekasi, dengan digawangi anak-anak muda yang prihatin melihat fenomena anak di bawah umur lebih senang bermain gawai ketimbang melakukan permainan yang melibatkan interaksi langsung.
Aghnina Wahdini selaku project director Komunitas TGR, mengatakan, konsen utama dari komunitas adalah kampanye permainan tradisional kepada anak-anak usai sekolah. Kegiatan mereka selama ini menggelar roadshow (keliling) sekolah, yayasan panti asuhan, hingga ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak.
"Kami pertama berdiri di Bekasi, sekretariat kami beralamat di Jatibening Estate, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, untuk kampanyenya keliling se-Jabodetabek," kata wanita yang akrab disapa Nina saat dijumpai di Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM), Bekasi, Minggu, (24/11/2019).
Nina menjelaskan, saat ini ada sebanyak 70 orang relawan yang tergabung dalam Komunitas TGR. Mereka juga aktif berkampanye di media sosial salah satunya akun instagram @tgrcampaign yang sudah memiliki pengikut sebanyak 4.778 orang.
Selain di Jabodetabek, Komunitas TGR juga melakukan kampanye dengan melibatkan anak-anak yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia untuk kemudian dibina dan menjadi penggerak permainan tradisional di daerahnya masing-masing.
"Kita punya 73 ambassador dari 22 Provinsi di Indonesia, mereka kita hire (rekrut) untuk melakukan kampanye di daerahnya, justru mereka terdiri dari anak-anak di bawah 18 tahun, bikin kegiatan permainan tradisional di sekolah, lapangan dekat rumah," jelas Nina.
Sasaran Komunitas TGR juga bukan hanya mengajak anak untuk bermain permainan tradisional. Lebih dari itu, melalui gerakan ini, orangtua juga diharpkan ikut berperan memfasilitasi anak-anaknya di rumah gemar bermain permainan tradisional.
"Ini adalah solusi atau alternatif yang bisa dilakukan orangtua untuk bisa memainkan permainan ini di rumah. Terus juga bisa ajak temen-temannya main bersama di rumah atau anak-anaknya sosialisasi ke luar rumah bawa mainan ini ke lapangan," ujarnya.
Maraknya fenomena anak kecanduan gawai seharusnya bisa disikapi para orangtua untuk bisa mengatur waktu atau meminimalisir penggunaan alat komunikasi itu kepada buah hatinya. Sebab, dampak negatif yang ditimbulkan akibat kecanduan gawai tentu sangat merugikan anak yang seharunya bisa bermain dengan aman dan nyaman.
"Karena permainan tradisional inikan yang gampang alat-alatnya murah meriah terus gak (punya dampak negatif yang besar ketimbang gadget), artinya meski mereka kecanduan permainan tradisional tapi tetep mereka bisa sosoaliasi gak individualis," paparnya.
"Sedangkan untuk anak kalau gadget lebih banyak jeleknya dari pada bagusnya, kalau misalnya mau bagus gadget harus disesuikan dengan pendampingan orangtua, dia juga harus bijak menggunakannya. Tapi sayang, banyak anak di luar sana mengabaikan hal itu jadi TGR ini hadir untuk menjadi solusi bersama keluarga Indonesia mengajak bermain permainan tradisional," jelas dia.
• Aurel Beri Kado Tak Terduga di Opening Restoran Padang Petir, Atta Halilintar: Ini yang Saya Tunggu!
• Pembahasan RAPBD DKI Molor, Gubernur dan DPRD Terancam Tak Digaji 6 Bulan Hingga Sikap Kemendagri
• Persija Jakarta Dekati 10 Besar Klasemen, Edson Tavares Tak Terima Penalti Kontroversial Arema FC
Terakhir, Komunitas TGR baru saja menggelar kegiatan di Yayasan KDM yang beralamat di Jalan Raya Rawa Dolar, Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Minggu, (24/11/2019).
Sejumlah permainan tradisional seperti, Rangku Alu, Catur Jawa, Gangsing, Tarik Tambang, Egrang, Congklak, hingga Deprak Gunung dimainkan anak-anak Yayasan KDM dalam kegiatan kali ini. Merka nampak antusias menjajal seluruh permianan sambil dipandu relawan dari Komunitas TGR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/relawan-tgr-saat-melakukan-kegiatan-permainan-tradisional-bersama-anak-anak.jpg)