Guru Sekolah Disabilitas di Tangsel Waswas Setiap Turun Hujan, Takut Bangunan Tiba-tiba Ambruk

Indri Firmandyah, satu dari 14 guru, mengaku, waswas lantaran kondisi sekolah yang banyak retakan itu.

Guru Sekolah Disabilitas di Tangsel Waswas Setiap Turun Hujan, Takut Bangunan Tiba-tiba Ambruk
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, tiba-tiba timbul banyak retakan di dinding dan permukaan lantai menjadi miring, Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Para pengajar Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 Tangerang Selatan (Tangsel) masih terus masuk meskipun para murid diliburkan.

Para murid yang kebanyakan tuna rungu itu diliburkan karena bangunan sekolahnya rawan ambruk.

Beberpa dinding kelas sudah retak cukup besar. Sementara lantainya pun terbelah cukup dalam.

Bahkan di beberapa bagian, lantainya miring.

Indri Firmandyah, satu dari 14 guru, mengaku, waswas lantaran kondisi sekolah yang banyak retakan itu.

"Saya saja takut kalau hujan gini. Ayo, sudah mau hujan," ujar Indri saat menunjukkan retakan cukup besar di bagian belakang sekolah.

Sekolah itu memang posisinya berada di dataran tinggi dan dekat dengan bibir tebing setinggi sekira 20 meter.

Pekan Olahraga Kota Tangerang Berlangsung, Puluhan Personel Medis dan 2 Unit Ambulans Siap Siaga

Hasil Sepak Bola SEA Games 2019: Malaysia Seri, Brunei Jadi Lumbung Gol Vietnam

7 Tahun Tak Pernah Olahraga, Aiptu Suharyana Pemilik Berat Badan 105 Kg Terjaring Sidak Polisi Gemuk

Indri bersama guru yang lain sudah diperingatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel.

Bangunan sekolah yang mereka tempati sudah siaga satu longsor atau ambruk.

"Sudah diperingatkan petugas BPBD, Bu ini mah sudah siaga satu, segera kosongkan sekolah," ujrnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved