Ini Kata Wakil Wali Kota Tangsel, Soal Sekolah Khusus Disabilitas yang Rawan Ambruk

Wakil Wali Tangsel Benyamin Davnie mengatakan sudah mengkoordinasikan soal kondisi rawan ambruk itu ke dinas terkait provinsi.

Ini Kata Wakil Wali Kota Tangsel, Soal Sekolah Khusus Disabilitas yang Rawan Ambruk
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di Gedung DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, angkat bicara soal Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01, Serpong yang rawan ambruk karena pergeseran tanah.

Benyamin mengatakan kewenangan SKh itu ada di Pemerintah Provinsi Banten.

Pihaknya pun sudah mengkoordinasikan soal kondisi rawan ambruk itu ke dinas terkait provinsi.

"Ya sudah kita laporkan ke prpvinsi, kita laporon ke dinas terkaitnya," ujar Benyamin saat ditemui di Gedung DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Senin (25/11/2019).

Benyamin mengatakan, Pemerintah Kota Tangsel tidak bisa memberikan bantuan hibah atau menggunakan APBD, melainkan hanya bisa mendorong perusahaan swasta untuk memberikan corporate social responsibility (CSR) saja.

"Karena ini bikan ranah kota. Kita dorong dari CSR," ujarnya.

Saat ditanya kebutuhan gedung untuk relokasi sekolah, Benyamin mudah saja memberikan izin di manapun pihak guru SKh itu menginginkan.

"Itu silakan saja koordinasikan. Dinsos BPBD nanti koordinasikan, pakai saja UPT nanti tinggal ngobrol sama PGRInya," ujarnya.

Fakta-fakta Otak Bocah di Jaksel Mengeriput: Menurun Sejak Tinggal Kelas, Ibunda Dipukul Ayah Tiri

Hasil PUBG Mobile PMCO Fall Split Prelims, Bigetron RA & 2 Wakil Asia Tenggara Lolos ke Global Final

Dapat Restu Main di SUGBK, Bos Persija Jakarta Ingin Kado Spesial di Hari Ulang Tahun

Namun kenyataannya, pihak guru PKh sudah meminta izin kepada camat dan lurah untuk menggunkan gedung kosong unit pelaksana tugas (UPT) Pendidikan yang tidak jauh dari sekolah, dan belum diisinkan.

"Belum diizinkan sampai sekarang," ujar Indri Firmandyah, salah seorang guru SKh Assalam 01 Tangsel.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved