Jasad Sudah Membusuk, RS Polri Gagal Rekonstruksi Wajah Mayat Pria dalam Koper di Bogor

Upaya rekonstruksi wajah mayat dalam koper yang ditemukan di Kampung Teluk Waru, Kabupaten Bogor secara medis yang dilakukan RS Polri gagal.

Jasad Sudah Membusuk, RS Polri Gagal Rekonstruksi Wajah Mayat Pria dalam Koper di Bogor
KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN
Garis polisi dipasang di lokasi penemuan mayat dalam koper di atas jurang hutan pinus, Kampung Teluk Waru RT 01/13, Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Bogor, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Upaya rekonstruksi wajah mayat dalam koper yang ditemukan di Kampung Teluk Waru, Kabupaten Bogor secara medis yang dilakukan RS Polri Kramat Jati gagal.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan upaya rekonstruksi menggunakan teknologi medis tak berhasil karena jasad korban sudah membusuk.

"Rekonstruksinya sudah dilakukan, tapi hasilnya tidak akurat. Karena kondisi jasad korban sudah membusuk saat ditemukan, sudah membengkak," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Senin (25/11/2019).

Dalam rekonstruksi wajah secara medis, kondisi jasad sangat mempengaruhi agar hasilnya mendekati wajah korban semasa hidup.

Sementara dalam kasus ini, Edy menuturkan jasad sudah membusuk dan diperkirakan sudah dibunuh lima hari sebelum ditemukan.

"Bagian pipi korban misalnya, tebalnya sulit diperkirakan kalau sudah membengkak. Jasad yang sudah membengkak itu berat badannya pasti bertambah sehingga sulit diperkirakan," ujarnya.

Edy menyebut bertambahnya berat badan jasad yang sudah membusuk bisa lebih dari 10 kilogram dari berat badan korban semasa hidup.

Hal ini membuat hasil rekonstruksi wajah secara medis yang dilakukan tak bisa diserahkan ke penyidik Polres Bogor sebagai rujukan pembuatan sketsa.

"Karena hasil rekonstruksinya enggak akurat jadi enggak bisa diserahkan ke penyidik. Rekonstruksi wajah korban sudah tidak memungkinkan dilakukan secara medis," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved