Polemik Pembangunan Hotel di TIM

Beda Pendapat Dua Politikus PDIP Soal Pembangunan Hotel di TIM

Dua politikus Fraksi PDIP DKI Jakarta tak kompak soal pembangunan hotel di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
Suasana di lahan atau tempat pembangunan hotel Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Dua politikus Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta tak kompak soal pembangunan hotel di TIM (Taman Ismail Marzuki), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Sekretaris Komisi B DKI Jakarta Pandapotan Sinaga dan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono beda pendapat menyoal pembangunan hotel.

Pandapotan mengatakan masih ingin mengkaji apakah proyek tersebut mengganggu seniman atau tidak.

"Itu nanti kami rapat dulu. Saya mau melihat kajian awalnya. Maksudnya kami tidak akan setop, karena kami sudah memberikan PMD (penyertaan modal daerah)-nya," ucap Pandapotan di TIM, Selasa (26/11/2019).

"Makanya saya bilang, saya belum lihat. Revitalisasinya, seperti saya katakan tadi. Menata seperti kebutuhan para seniman dibongkar pasti akan kami setop," sambung dia.

Padahal, Pandapotan telah meninjau lokasi yang akan dijadikan lahan pembangunan hotel berbintang. Pun ditemani awak media dan pihak PT Jakpro, pagi tadi.

Sementara, Gembong Warsono menyebut Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menentang keras pembangunan hotel berbintang tersebut.

"Kalau sudah bicara hotel, kan urusannya bisnis, kalau sudah bicara bisnis, kan lupa dengan akar budayanya. Orientasinya sudah berbeda, bukan lagi melestarikan budaya, tapi bicara untung rugi," ucap Gembong, Senin (25/11/2019).

Lanjut Gembong, revitalisasi TIM yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta DKI ini menyimpang dari tujuan awal, yakni menjadikan TIM sebagai pusat kebudayaan.

"Revitalisasi yang dilalukan tidak boleh melenceng dari tujuan, jangan ruang yang diperuntukan ketahanan budaya, justru dimanfaatkan untuk area bisnis," ucapnya.

"Itu kan sudah keluar dari konteks pelestarian kebudayaan," dia menambahkan.

Gembong menyatakan, sikap tegas yang ditunjukan Fraksi PDIP ini didukung penuh DPP PDIP.

Kata Gembong, DPP PDIP meminta kadernya di DPRD DKI Jakarta agar menjegal langkah Pemprov DKI yang ingin membangun hotel tersebut.

"Kami sudah diperintahkan DPP untuk melakukan komunikasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terkait kebijakan revitalisasi TIM ini," ujar Gembong.

"Bicara budaya itu tidak bisa berbicara untung rugi, tapi bagaimana kita bisa eksis dengan jati diri bangsa kita, yang dilakoni oleh para seniman, khususnya di Jakarta," ucap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved