Diduga Mengidap Epilepsi, Warga Cibubur Ditemukan Tewas Mengambang di Kali Cipinang

Ketua regu UPK Badan Air pos Pasar Cibubur Ari Dwi Nanto mengatakan warga pertama menyadari keberadaan jasad sekira pukul 07.00 WIB.

Diduga Mengidap Epilepsi, Warga Cibubur Ditemukan Tewas Mengambang di Kali Cipinang
ISTIMEWA
Personel UPK Badan Air pos Pasar Cibubur saat mengevakuasi jasad Boy (31) di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (26/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Warga RT 06/RW 02 Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas dikagetkan dengan penemuan mayat pria di aliran Kali Cipinang pada Selasa (26/11/2019).

Ketua regu UPK Badan Air pos Pasar Cibubur Ari Dwi Nanto mengatakan warga pertama menyadari keberadaan jasad sekira pukul 07.00 WIB.

"Kita dapat laporan dari warga kalau ada mayat di Kali Cipinang, dapat laporan pas lagi mau apel pagi. Langsung saya minta izin enggak ikut apel dan cek ke lokasi, ternyata benar mayat," kata Ari di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (26/11/2019).

Personel UPK Badan Air pos Pasar Cibubur saat mengevakuasi jasad Boy (31) di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (26/11/2019).
Personel UPK Badan Air pos Pasar Cibubur saat mengevakuasi jasad Boy (31) di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (26/11/2019). (ISTIMEWA)

Lantaran kondisi jasad telungkup, warga awalnya tak dapat mengenali identitas korban yang saat ditemukan mengenakan kaos dan celana pendek.

Ari menuturkan warga baru mengenali identitas korban saat personel Polsek Ciracas memintanya mengubah posisi jasad agar bagian wajah terlihat.

"Pas jasadnya saya balik baru warga histeris, ternyata korban masih warga Cibubur. Kalau kita kan tugas bersihin kali tapi enggak kenal semua warga sini," ujarnya.

Tak diduga, jasad pria yang ditemukan di Kali Cipinang merupakan Tomy Guciano (31) yang karib disapa Boy dan termasuk warga RW 02.

Merujuk keterangan yang disampaikan pihak keluarga, Ari menyebut Boy diduga terjatuh ke Kali Cipinang karena riwayat penyakit epilepsi.

"Pas wajahnya kelihatan langsung warga teriak 'Wah itu Boy, si Boy'. Kalau enggak salah kakak korban itu ada di lokasi juga, ikut melihat. Kata keluarga korban ada penyakit epilepsi. tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved