Kisah Najil, Berjuang Jalan Kaki Jual Lukisan Ikan Koi Keliling Pasar Minggu Hingga Bahunya Sakit

Najil (50) tengah berjalan membelah jalan setapak di permukiman sembari membawa tiga buah lukisan.

Kisah Najil, Berjuang Jalan Kaki Jual Lukisan Ikan Koi Keliling Pasar Minggu Hingga Bahunya Sakit
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Penjual Lukisan Keliling di Pasar Minggu, Jakarta Timur, Najil (50), Selasa (26/11/2019). 

"Ini saya sampai sakit bahu saya. Kedua bahu saya luka sampai membekas. Ini sakit sekali," katanya.

Biasanya, Najil pulang berjualan lukisan sekira selepas Magrib.

Ia tak sanggup bila harus pulang dengan berjalan kaki seperti saat dirinya bekerja siang harinya.

"Kalau udah jalan jauh misalnya dari Kampung Rambutan jalan ke Pasar Minggu kemudian sampai ke Bukit Duri. Pas mau pulang, saya naik angkot," ujarnya.

Marko Simic Tetap di Persija Jakarta pada Liga 1 2020: Jumlah Penalti dari 24 Gol yang Dicetaknya

Sudah 2 Hari Belum Laku

Lukisan yang dibawa Najil sudah dua hari belum laku dibeli pembeli.

Biasanya, ada saja orang yang membeli lukisannya.

Ketiga lukisan yang telah dibingkai itu bergambar kerumunan ikan koi dan suasana di Kabah.

"Yang ikan koi saya hargai Rp 250 ribu sedangkan Kabah Rp 600 ribu. Namun sudah dua hari belum laku," tuturnya.

Ia lebih memilih berjalan kaki menyusuri permukiman padat ketimbang perumahan elite.

Sebagian besar pembelinya berasal dari penghuni di permukiman padat.

"Orang yang beli malah di permukiman padat. Kalau rumah yang besar malah enggak. Pintu mereka tertutup rapat jadi susah," pungkasnya. (*)

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved