Breaking News:

Perbaikan Jembatan Bambu Apus Sempat Mangkrak 3 Minggu, Kadis PU Tangsel: Menunggu Semen Kering

"Ini baru dikerjain lagi minggu ini, sebelumnya sempat enggak ada yang ngerjain, ada tiga minggu kemarin," ujar Aryani.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Perbaikan jembatan di Jalan Departemen Agama, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (26/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Perbaikan jembatan di Jalan Departemen Agama, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) sempat tidak dikerjakan alias mangkrak selama tiga minggu.

"Ini baru dikerjain lagi minggu ini, sebelumnya sempat enggak ada yang ngerjain, ada tiga minggu kemarin," ujar Aryani.

Padahal warga sekitar sangat berharap jembatan yang menuyup akses pengendara motor maupun mobil itu segera rampung dikerjakan.

Hal itu karena proyek perbaikan jembatan itu mematikan usaha warga sekitar.

"Ya semoga secepatnya selesai biar ada orang lewat dan banyak pembeli lagi," ujar Alin, pemilik warung Tegal (warteg) dan warung kelontong.

Dikonfirmasi ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Aries Kurniawan, tiga minggu tanpa pengerjaan itu karena menunggu semen yang dalam proses pengeringan.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tangerang Selatan (Tangsel), Aries Kurniawan, saat ditemui di Gedung DPRD Tangsel, Setu, selepas sidang istimewa hari ulang tahun (HUT) ke-11 Tangsel, Selasa (26/11/2019).
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tangerang Selatan (Tangsel), Aries Kurniawan, saat ditemui di Gedung DPRD Tangsel, Setu, selepas sidang istimewa hari ulang tahun (HUT) ke-11 Tangsel, Selasa (26/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

"Iya nunggu kering, semen itu miniml kan 14 hari," ujar Aries di gedung DPRD Tangsel, Setu, Selasa (26/11/2019).

Aries juga mengatakan, tidak akan ada kompensasi bagi usaha warga yang lumpuh.

Menurutnya, hal itu sudah risiko dari pembangunan.

"Inginkan dampak pembangunan enggak ada kompensasi apapun," ujarnya.

Aries lanjut mengatakan, jembatan tak sampai dua meter itu sudah berusia 20 tahun lebih.

Karena banyak dilalui truk besar ke arah proyek pembangunan tol, membuat jembatan itu rusak.

"Memang udah lama jembatan itu dari zaman Kabupaten Tangerang hampir 20 tahun, memang jembatan bukan untuk konstruksi yang berat, maka dari itu perencanaan perbaikan jembatan itu sudah lama sekali, nah kebetulan saja ada proyek tol," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved