Pilkada Kota Tangsel

Tokoh Pendiri Tangerang Selatan Kesal Spanduk Bacalon Wali Kota Bertebaran: 'Ngotor-ngotorin Doang'

Suryadi mengkritik keras keberadaan spanduk itu yang dinilainya hanya membuat kumuh lingkungan.

Tokoh Pendiri Tangerang Selatan Kesal Spanduk Bacalon Wali Kota Bertebaran: 'Ngotor-ngotorin Doang'
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
ILUSTRASI Baliho Siti Nur Azizah sebagai bakal calon wali kota Tangsel 2020 di Jalan Raya Pondok Cabe, Pamulang, Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Tokoh Pendiri Tangerang Selatan (Tangsel), Suryadi Nian, geram melihat kondisi Tangsel hari ini yang banyak dipenuhi spanduk bakal Calon Wali Kota.

Seperti diketahui, pada 2020 mendatang, Tangsel memang akan menggelar Pilkada.

Sejumlah nama sudah muncul ke permukaan. Mereka mendaftar penjaringan partai politik demi menggaet dukungan.

Ini Kata Wakil Wali Kota Tangsel, Soal Sekolah Khusus Disabilitas yang Rawan Ambruk

Sementara di akar rumput, mereka juga bergerak memperkenalkan diri, lewat spanduk-spanduk yang dipasang itu.

"Sebentar lagi kita akan memasuki namanya tahapan Pilkada. Sekarang sudah banyak-banyak pasang spanduk," ujar Suryadi saat menyampaikan pidatonya sebagai tokoh pendiri di sidang istimewa hari ulang tahun (HUT) ke-11 Tangsel di Gedung DPRD Tangsel, Setu, Selasa (26/11/2019).

Suryadi mengkritik keras keberadaan spanduk itu yang dinilainya hanya membuat kumuh lingkungan.

"Di mana-mana saya lihat itu yang namanya spanduk ngotor-ngotorin doang," ujarnya.

Suryadi mengatakan, pemasangan spanduk itu belum waktunya. Ia berbicara keras seperti itu dengan maksud agar Tangsel bisa lebih baik ke depannya.

"Tapi ini demi kebaikan kita bersama. Bagaimana pembangunan agar lebih baik ke depannya," ujarnya.

Hal itu senada dengan pantauan TribunJakarta.com di sejumlah titik di Tangsel.

Pemasangan spanduk dan baliho hingga pamflet memang sangat marak. Umumnya spanduk dan baliho itu berisi gambar para bakal calon wali kota.

Embel-embel dukungan atau pemberitahuan akan pencalonannya tak lepas berada di bawah foto wajah mereka.

Bahkan pemasangan pamflet banyak yang dipaku di pohon dan diikatkan di tiang listrik.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved