Ahok Masuk BUMN

Pengamat M Qodari Khawatirkan Candaan Ahok di Hari Pertama Jabat Bos Pertamina, Soroti Bom Waktu

"Kekuatan Ahok itu pada kerja. Untuk itu saya minta Pak Ahok bekerja saja tak perlu berbicara," jelas M Qodari.

Pengamat M Qodari Khawatirkan Candaan Ahok di Hari Pertama Jabat Bos Pertamina, Soroti Bom Waktu
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. 

Menurut M Qodari, pernyataan yang terlontar itu bisa jadi bom waktu.

"Bom waktunya luar biasa," papar M Qodari.

Perjuangan Ibu Belva Devara Stafsus Jokowi 18 Kali Sehari Antarkan Anak, Kerap Nangis Malam Hari

Ahok Siap Mundur dari PDI-P

 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku tak tahu apakah dirinya harus keluar dari di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) setelah resmi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, dirinya akan menuruti aturan yang berlaku di Kementerian BUMN. “Ikutin aturan saja kita,” ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Ahok menambahkan, jika aturan di Kementerian BUMN menuntutnya untuk keluar dari keanggotaan di PDI-P, dirinya siap melakukan hal itu.

“Saya enggak tahu. Kalau aturannya (harus mundur dari partai) kita ikuti aturan pasti ya," kata Ahok.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus mundur dari keanggotaan PDI-P saat resmi menjabat Komisaris Utama PT Pertamina.

"Pasti (harus mundur). Semua komisaris di BUMN apalagi direksi itu harus mundur dari partai," ujar Erick di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Saat ditanya apakah Ahok telah mengetahui dia harus mundur dari keanggotaan di PDI-P, Erick Thohir menjawab bahwa Ahok telah mengetahui hal tersebut.

Erick Thohir mengatakan, semua nama yang ditunjuk sebagai direktur dan komisaris utama BUMN telah diberi tahu syarat-syaratnya, termasuk harus melepas keanggotaan mereka di partai.

"Iya dong, semua nama yang diajak bicara pasti kita kasih tau dari awal. Kenapa? Tentu independensi BUMN sangat dipentinggkan," ucap Erick Thohir.

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved