Breaking News:

Soroti Tren Selebriti Pamer Saldo ATM, Sosiolog Singgung Sensitifitas & Empati Masyarakat Menurun

Sosiolog menyebutkan fenomena artis pamer saldo ATM, membuat nilai sensitifitas pada masyarakat mulai mengikis.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan Layar YouTube/Billy Syahputra
Saldo ATM Nikita Mirzani yang ia sebut untuk belanja ke warung. 

"Biar lu tahu semua isi saldo gua berapa. Lu semua lewat, kalau lu lihat lu semua pasti tercengang," ucap Andre.

Idap Asam Urat & Tak Kuat Jalan Jauh, Kakek Usup Tetap Semangat Jual Roti demi Keluarga di kampung

Andre pun kemudian pergi menuju ATM bersama dengan asistennya.

Sebelum pergi Andre sempat menanyakan kepada asistennya, Tono untuk menyebutkan berapa perkiraan isi saldo ATM-nya.

Tono memperkirakan isi saldo ATM milik Andre Taulany sekitar RP 2 miliar.

Andre pun akhirnya menuju ATM dengan menggunakan mobil.

Sesampainya di ATM, ia kemudian menuju satu di antara mesin ATM yang ada di sana.

Ia mulai memasukan kartu ke dalam mesin ATM.

Andre kemudian menekan tombol menu informasi untuk mengecek saldo.

Lalu ia menekan tombol 'saldo' pada menu di layar ATM.

Andre mengaku gugup saat mengecek saldo ATM-nya.

"Aduh, deg-degan ih," ucap Andre sambil menekan menu 'saldo.'

Saldo ATM Uya Kuya & Astrid Kuya Tak Sesuai Ekspetasi, Billy Syahputra Kecewa: Gua Enggak Yakin!

Tak lama jumlah saldo ATM Andre Taulany pun muncul.

Sontak Andre Taulany terbahak saat melihat isi saldo ATM-nya.

Begitu juga dengan Tono, asisten Andre yang ikut ke dalam ruang ATM.

Ternyata isi saldo ATM Andre Taulany hanya sejumlah Rp 397.69.

Andre pun tertawa mengingat orang-orang yang tadi ia tanya mengira isi saldonya berjumlah miliaran.

"Enggak ada yang nebak!" seru Andre Taulany.

"Kenapa kalian berpikirnya sampai miliaran?" ujar Andre ke arah kamera.

Sementara itu, Tono yang ikut melihat isi saldo ATM Andre tampak geleng-geleng kepala.

"Gimana sih? Kok artis saldonya segitu?" ujar Tono heran.

Siap-siap dipantau Ditjen Pajak RI

Marak artis pamer saldo ATM, Raffi Ahmad hingga Ria Ricis siap-siap dipantau Ditjen Pajak.

Adanya fenomena artis dan youtuber pamer saldo ATM ternyata tak hanya menarik minat masyarakat luas, namun juga Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan, dalam proses pemungutan pajak, otoritas fiskal tak memandang profesi atau dari mana pendapatan wajib pajak berasal.

Jika orang tersebut memiliki penghasilan di Indonesia dan jumlahnya penghasilannya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) atau di atas Rp 54 juta per bulan, maka wajib untuk membayar pajak.

"Youtuber, kalau dia orang Indonesia, dapat penghasilan di Indonesia, atau pun dia penjual online, penjual di pasar, selama di atas PTKP dia wajib bayar PPh (Pajak Penghasilan) secara self assesement," ujar Suryo ketika memberi penjelasan kepada awak media di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Pengamat M Qodari Khawatirkan Candaan Ahok di Hari Pertama Jabat Bos Pertamina, Soroti Bom Waktu

Sejumlah selebriti yang memamerkan saldo rekeningnya di antaranya Barbie Kumalasari, Raffi Ahmad, hingga Ria Ricis.

Tak tanggung-tanggung, saldo rekening mereka bahkan jumlahnya miliaran rupiah.

Suryo mengatakan, jika para selebritas tersebut ternyata tak membayarkan pajak, pihak DJP telah memiliki data rekening perbankan dengan saldo di atas Rp 1 miliar.

Hal tersebut sesuai ketentuan Automatic Exchange of Information (AEoI) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39 Nomor 2017 tentang Tata Cara Pertukaran Informasi.

"Kalau enggak setor, bisa dilihat datanya di Pak Irawan (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan DJP), ada atau enggak," ujar dia.

Adapun dalam PMK tersebut, Ditjen Pajak memiliki hak untuk memantau informasi keuangan wajib pajak pribadi yang memiliki rekening minimal Rp 1 miliar.

Adapun untuk wajib pajak badan, besaran rekening yang bisa diakses oleh otoritas fiskal tidak dibatasi.

Sementara itu, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Irawan menjelaskan, dalam mekanisme pemeriksaan data kepatuhan perpajakan dilakukan dengan asas kehati-hatian.

Ditjen Pajak baru akan membuka dan memeriksa data wajib pajak jika ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Meski, sejak Desember 2017 lalu otoritas fiskal telah menerima data secara otomatis dari lembaga keuangan.

“Pasca adanya ini, kami sudah menerima data keuangan secara automatically. Ini sudah dimulai untuk data keuangan berupa saldo rekening per 31 Desember 2017, itu sudah kami minta. Itu kami terima pada April 2018,” ujar dia.

(TribunJakarta/Nur Indah/Muji)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved