Dugaan Pengaturan Skor Persikasi, Suporter: Manajemen Gagal, Berharap Diusut Sampai ke Aliran Dana

Badai besar tengah menimpa klub sepak bola Persikasi Kabupaten Bekasi usai Satgas Antimafia Bola Polri, menangkap enam orang

Dugaan Pengaturan Skor Persikasi, Suporter: Manajemen Gagal, Berharap Diusut Sampai ke Aliran Dana
Istimewa/Dokumentasi Persikasi
Tim Persikasi Bekasi berfoto bersama di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat. 

"Kita menang 3-2 di sana, kalau saya bilang pertandingan berjalan seperti normal bahkan pelanggaran-pelanggaran pemain kita juga sempet kena kartu merah Reza Herlangga, ya adapun gol-golnya kita lihat ril gitu, makanya kita dengar kabar kaya gitu terkejut juga," tegas dia.

Dia yakin jika dugaan kasus pengaturan skor benar terjadi, pemain dan jajaran pelatih tidak akan mungkin terlibat. Sebab, selama gelaran Liga 3 Indonesia 2019, tim yang bermarkas di Stasion Wibawa Mukti Cikarang itu memperlihatkan permainan yang apik.

"Kita lihat persikasi hari ini tanpa dibantu wasit atau pengaturan skor juga kita mampu menyelesaikan laga-laga akhir dengan bagus," tuturnya.

Kepemimpinan Ketua Umum Manajemen Klub Gagal

Suporter sepak bola Persikasi Fans kecewa dengan kepemimpinan Bupati Bekasi sekaligus Ketua Umum klub Persikasi, Eka Supria Atmaja yang dinilai gagal mengelola manajemen.

Aples sapaan akrabnya mengatakan, keterlibatan dugaan pengaturan skor yang dilakukan tiga orang pengurus manjemen klub merupakan bukti bobroknya pengelolaan klub di tangan Bupati Bekasi.

"Hari ini, ketua Umum Persikasi Pak Eka juga kami nilai gagal membangun anak-anak buahnya di manajemen klub," kata Aples kepada TribunJakarta.com.

Sebagai fans, Aples menginginkan klub kebangaan warga Kabupaten Bekasi itu dipegang oleh orang-orang profesional dan berkompeten di bidang sepak bola. Kenyataan saat ini, manajemen klub mayoritas diisi oleh orang-orangnya Bupati yang notabene adalah aparatur sipil negera (ASN).

"Kalau harapan ketua umum udahlah jadi Bupati aja maksudnya, dia mendukung dari belakang aja, berilah kesempatan buat yang lain. Ibaratnya (orang) yang punya skil (kemampuan) khusus buat mengelola manajemen klub bola dan lebih selektif juga dalam memilih orang-orangnya gitu," tegas dia.

Dia berharap kasus ini bisa menjadi cambukan keras khususnya untuk manjemen klub agar segera berbenah. Persikasi dalam gelaran Liga 3 Indonesia 2019 tengah merintis prestasi jangan sampai dinodai dengan hal-hal negatif.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved