Polemik Pembangunan Hotel di TIM

Ditolak Seniman, Jakpro Siap Lepas Proyek Ravitalisasi Taman Ismail Marzuki

Pembangunan hotel bintang lima di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) ditentang oleh para seniman. PT Jakpro siap lepas proyek itu.

Ditolak Seniman, Jakpro Siap Lepas Proyek Ravitalisasi Taman Ismail Marzuki
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Suasana rapat antara Komisi B DPRD DKI dengan Jakpro di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pembangunan hotel bintang lima di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) ditentang oleh para seniman.

Tak hanya itu, para seniman juga tak ingin kawasan pusat kesenian dan kebudayaan itu nantinya dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Direktur Utama (Dirut) Jakpro Dwi Wahyu Daryoto pun mengaku siap melepas proyek revitalisasi TIM jika para seniman tidak menginginkan kehadiran pihaknya.

Hal ini ia sampaikan saat rapat dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Saat itu, Sekretaris Komisi B Pandapotan Sinaga menyinggung menolakan seniman terhadap kehadiran Jakpro di TIM.

"Ada penolakan dari seniman, Jakpro enggak boleh masuk (mengerjakan proyek TIM)," ucapnya, Jumat (29/11/2019).

Pernyataan tersebut pun dibalas dingin oleh Direktur Utama (Dirut) Jakpro Dwi Wahyu Daryoto.

"Ya enggak papa pak, nanti dana penyertaan modal daerah (PMD) saya kembalikan," ujar Dwi saat rapat.

Pernyataan ini pun kembali dibalas oleh Pandapotan yang mengebut, dana tersebut tidak perlu dikembalikan lantaran proyek revitalisasi TIM sudah dianggarkan dalam APBD.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved