DPRD Kota Bekasi Klaim Dukung Kenaikan Gaji TKK Guru Honorer

Hal ini sekaligus membantah isu wacana pemangkasan gaji demi rasionalisasi anggaran tahun 2020 yang beredar di kalangan tenaga pendidik.

DPRD Kota Bekasi Klaim Dukung Kenaikan Gaji TKK Guru Honorer
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Aksi unjuk rasa ratusan TKK guru honorer di Kantor Pemkot Bekasi, Jumat, (29/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - DPRD Kota Bekasi mengklaim mendukung kenaikan gaji untuk Tenaga Kerja Kontrak (TKK) Guru Honorer.

Hal ini sekaligus membantah isu wacana pemangkasan gaji demi rasionalisasi anggaran tahun 2020 yang beredar di kalangan tenaga pendidik.

"Kami di Kota Bekasi punya niat untuk mengedepankan mensejahterakan terhapan guru-guru, ingat bahasa rasionalisasi bisa menambah bisa mengurangi, tapi kalau bisa kita tambah (gaji) guru di Kota Bekasi," kata Anggota DPRD Nicodemus Gondjang, Jumat, (29/11/2019).

Menurut dia, anggota DPRD secara penuh mendukung wacana kenaikan gaji untuk TKK Guru Honorer.

Bahkan, nilainya bila perlu sama dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Bekasi sekitar Rp4,5 juta per bulan.

"Kami tinggal menunggu dari eksekutif apakah sudah siap, keputusan dari di eksekutif sebagai pengguna anggaran," kata Nico.

Sementara itu, Lukmanul Hakim, kordinator aksi TKK guru honorer, mengatakan, penyampaian wacana kenaikan gaji memang sudah disampaikan anggota DPRD dalam mediasi yang digelar saat aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini oleh ratusan guru.

Tetapi, wacana itu kata Lukman, baru sebatasan ucapan, DPRD tidak bisa membuktikan bukti secara otentik bahwa mereka telah mengusulkan kenaikan gaji untuk TKK guru honorer.

"Sampai hari ini kami belum mendapatkan bukti fisik hanya berdasarkan pernyataan dan testimoni. Ini belum bisa kami terima sampai kami sudah melihat betul bahwa ada pengajuan di Banggar mengenai anggaran (kenaikan gaji) itu," kata Lukman.

"Kami butuh bukti fisik. Apa buktinya, apa di dalam RAPBD itu dimasukkan atau tidak, kami akan kawal terus sampai selesai," tegasnya.

Adapun ratusan TKK guru honorer menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD dan Kantor Pemkot Bekasi, Jumat, (29/11/2019).

Aksi ini dipicu adanya desas-desus wacana pemangkasan gaji TKK demi rasionalisasi anggaran yang beredar di kalangan guru untuk tahun 2020.

Namun, ketika ditanya soal kabar yang beredar itu, Lukman selaku kordinator aksi mengaku tidak tahu secara persis asal kabar itu. Guru mendengar kabar dari media sosial dan mulut ke mulut.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved