Ini Alasan Impor Daging Babi dan Produk Olahannya Diperketat Saat Masuk Bandara Soekarno-Hatta

Imam Djajadi mengatakan terdapat beberapa daging babi dan olahannya terindikasi mengandung virus African Swine Fever (ASF).

Ini Alasan Impor Daging Babi dan Produk Olahannya Diperketat Saat Masuk Bandara Soekarno-Hatta
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Pemusnahkan benih jagung asal Thailand di Instalasi Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta karena terindikasi bakteri berbahaya, Jumat (29/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Peredaran daging babi dan olahannya yang masuk ke Indonesia mendapati pengawalan ketat oleh Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta, Imam Djajadi mengatakan terdapat beberapa daging babi dan olahannya terindikasi mengandung virus African Swine Fever (ASF).

"ASF adalah penyakit menular pada babi, walau tidak menular pada manusia namun dapat menyebabkan kematian pada hewan yang banyak diternakan, makanya kita perketat lagi," jelas Imam di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (29/11/2019).

Curhat Pedagang Bakso Se-Tangsel, Keluhkan Isu Hoaks Daging Babi dan Preman Tukang Palak

Menurut Imam, banyak negara tertangga sudah terpapar ASF, maka kewasdapaan terhadap virus tersebut terus ditingkatkan terutama di Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Jamil pun instruksikan jajarannya untuk lakukan pengetatan pengawasan terhadap pemasukan komoditas pertanian dari luar negeri.

"Semua harus terjamin kesehatan dan keamannya, agar produk pertanian ini aman bagi pangan. Dan yang terpenting hewan tumbuhan kita yang kaya ini terjaga, terlindungi dan sekaligus memiliki nilai daya saing hingga laris di pasar ekspor," ucap Jamil.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved